"Caranya adalah kompromi. Misalnya pagi nyenengin istri, malemnya baru suami. Misalnya istri suka museum, paginya bisa ke museum. Bisa gitu, bisa per hari," ujar Travel Consultant Amalla Vesta dalam acara Weekend Gateway Permata Reward Card bersama Permata Bank di Waka Gangga Resort, Bali, Jumat (29/5/2015).
Menurut wanita yang memulai traveling sejak usia 3 tahun ini, saat membuat itinerary liburan, pasangan sebaiknya harus saling kompromi. Waktu yang ada pun harus dimaksimalkan. Suami dan istri bisa mendiskusikan objek wisata apa saja yang akan dikunjungi agar semuanya senang.
Tak hanya pasangan suami istri, traveler yang pergi berkelompok pun tetap bisa mendatangi berbagai objek wisata sesuai kesukaan masing-masing, saat berada di kota yang sama. Dalam sehari misalnya, tinggal diatur saja pukul berapa akan berpencar dan jam berapa kembali berkumpul.
"Selama pergi, itinerary itu bisa di mix and match. Misalnya grup bersepuluh keinginannya beda, enggak apa-apa. Nanti bisa ketemu pas lunch time. Intinya kompromi," jelas Vesta.
Asal sudah kompromi dan semuanya setuju, liburan bisa berjalan lancar. Jadi, tak ada alasan untuk tidak jadi liburan bareng pasangan atau teman-teman hanya karena beda ketertarikan. Selamat liburan!
(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan