Aksi berbalas pantun mewarnai pembukaan Festival Palang Pintu X tahun 2015 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Arus lalu lintas yang padat di kawasan itu dialihkan melalui jalan lain.
Festival tahunan yang dilaksanakan selama 2 hari ini sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB diadakan dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-488 DKI Jakarta.
Pantauan detikcom, Sabtu (6/6/2015), festival budaya Betawi ini dibuka pukul 11.25 WIB. Sepasang pengantin adat Betawi diarak ke atas panggung, dan dua orang pendamping dari kedua mempelai langsung berbalas pantun.
Saling berbalas pantun khas Betawi yang jenaka tersebut sontak mendapat perhatian khusus dari para pengunjung yang semakin ramai. Panas terik tak menurunkan antusiasme mereka untuk menyaksikan aksi tersebut.
Sebanyak 308 stand yang menjual makanan dan cβinderamata khas Betawi akan memanjakan mata pengunjung. Para pengunjung juga tidak segan-segan merogoh kocek untuk membeli barang dagangan yang diidamkan mereka. Beragam makanan khas seperti kerak telor, Soto Betawi hingga Bir Pletok turut tersedia di acara ini.
Demi kelancaran acara ini, kawasan tersebut ditutup selama 2 hari. Pengendara yang hendak melintas di Jalan Kemang Raya harus dialihkan ke jalur yang lain.
"Kalau yangβ dari arah Mampang dan Pejaten, nanti dialihkan ke Jalan Benda, yang nantinya tembus ke Pasar Cipete," ujar Dodi, petugas kepolisian yang berjaga di depan lampu merah Jalan Benda, Kemang, Sabtu (6/6/2015).
Pantauan detikcom, kondisi lalu lintas di sekitar kawasan sudah mulai padat sejak pukul 11.00 WIB. "Jadi selama 2 hari, nantinya jalanan akan ditutup, dan dialihkan ke beberapa jalur alternatif tadi. Sejauh ini tak ada komplain, karena tahun kemarin juga seperti ini prosedur pengalihannya," jelasnya.
Mumpung weekend, jangan lewatkan Festival Palang Pintu yang berlangsung sampai besok. Pastinya meriah!
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama