Protes Pemerintah Kamboja kepada Pemerintah India atas ide tersebut pun sampai diberitakan oleh media lokal Phnom Penh Post, Daily Mail di Inggris, dan Newstral. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (10/6/2015) media Newstral memberitakan bahwa Pemerintah Kamboja bahkan telah mengirimkan surat pada Pemerintah India.
Awalnya gagasan pembuatan replika Angkor Wat pertama kali muncul dari lembaga Mahavir Mandir Trust di Bihar, India. Lembaga tersebut ingin membuat sebuah kuil Hindu yang nantinya akan menggantikan Angkor Wat sebagai kuil terbesar dunia.
Menanggapi ide tersebut, pihak Pemerintah Kamboja pun segera mengirim surat protes pada Pemerintah India. Dalam suratnya tertulis kalau Pemerintah Kerajaan Kamboja meninjau, bahwa replika dari Angkor Wat yang dibangun untuk keperluan komersial akan melanggar aturan situs warisan dunia, seperti diberitakan Daily Mail.
Surat tersebut juga ditujukan bagi Menteri Luar Negeri India, yang menyebutkan untuk mempertimbangkan pembangunan replika tersebut demi hubungan bilateral kedua negara dan masyarakatnya. Ketua dari Mahavir Mandir Trust yang bernama Kishore Kunai pun mengatakan, bahwa Angkor Wat merupakan sumber inspirasi, khususnya bagi kuil di India, seperti diberitakan Phnom Penh Post.
Dibangun pada abad ke-12, Angkor Wat merupakan kuil terbesar di dunia yang didekasikan untuk Dewa Hindu Wishnu. Angkor Wat memang sangat penting bagi Kamboja, hal itu terlihat dari simbol yang ada di bendera Kamboja.
Sebelumnya, Tiongkok pernah menuai kontroversi saat membangun replika Desa Halstatt milik Austria di negaranya. Klik di sini untuk artikel lengkapnya.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar