Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Jun 2015 09:50 WIB

TRAVEL NEWS

Orang Jepang yang Tak Mau Bunyikan Klakson Kendaraan

Afif Farhan
detikTravel
Jalanan di Hiroshima yang ramai tapi tanpa klakson (Afif/detikTravel)
Jalanan di Hiroshima yang ramai tapi tanpa klakson (Afif/detikTravel)
Tokyo - Selalu saja ada hal yang menarik saat traveling ke Jepang. Coba perhatikan saat Anda sedang berada di jalanan, pasti jarang terdengar klakson kendaraan. Padahal, jalanannya cukup macet lho. Kenapa ya?

Kala menjelajahi Jepang selama satu minggu, beberapa waktu lalu atas undangan Japan National Tourism Organization (JNTO) dan Cathay Pacific, saya dan rombongan media dari Jakarta menjelajahi kota-kota di Jepang. Dari kota kecil Hakata sampai kota metropolitan Tokyo.

Yang menarik bagi saya, adalah jarang terdengar suara klakson di jalanan. Contohnya, ketika sedang berada di Hiroshima dan bus yang saya tumpangi akan menepi, di depannya ada mobil yang sedang menurunkan banyak barang. Cukup lama dan membuat rombongan saya tidak sabar, karena kami ingin makan siang.

Tapi, supir bus sama sekali tidak membunyikan klakson. Dia tetap sabar menunggu sampai mobil itu jalan. Bukannya dengan membunyikan klakson, bisa memberitahu kalau di belakang ada kendaraan ya?

"Untuk apa membunyikan klakson kalau bukan untuk sesuatu yang penting. Bisa membuat bising," ujar Tatsuo Yoshino, pemandu yang menemani rombongan kami.

Yoshino menambahkan, bunyi klakson juga bisa membuat orang-orang Jepang menjadi stres. Oleh sebab itu, mereka tidak akan membunyikan klakson jika benar-benar bukan sebagai pengingat yang penting atau berbahaya.

"Semua orang menghargai apa yang dilakukan orang lain. Semua orang pun tahu diri di jalan. Ketika hijau kendaraan jalan, saat merah kendaraan berhenti dan jika ada yang menyeberang kendaraan akan berhenti untuk memberi ruang," paparnya.

Tentu, ini jadi 'culture shock' lainnya yang saya rasakan di Jepang. Benar kata Yoshino, kendaraan bermotor dengan tertib melintasi jalanan dan menaati rambu. Kembali ke soal klakson, saya mendapati hal yang sama ketika sedang perjalanan dari Osaka ke Tokyo.

Saat itu, bus kami sedang berada di jalan tol yang kondisinya padat merayap. Cuaca pun cukup terik. Usut punya usut, jalur jalanan yang kami lewati sedang dalam perbaikan, yang mana tadinya terdapat empat jalur, jadi hanya dua saja yang bisa dilewati. Namun lagi-lagi, semuanya tertib dan tidak ada klakson yang terdengar.

Saat berada di jalanan Tokyo, kawasan Shinjuku tepatnya lagi-lagi saya tidak mendengar bunyi klakson. Asal tahu saja, kawasan tersebut sangat padat dan ramai oleh masyarakat setempat serta turis. Namun jika ada yang menyeberang jalan dan lampu sudah mulai hijau untuk kendaraan, maka para pengendara akan sabar menunggu orang yang menyeberang terlebih dulu.

Kota yang bersih dari sampah, jalanan yang tertib kendaraan dan jarang suara klakson terdengar, membuat Jepang begitu nyaman untuk dikunjungi. Bahkan, mungkin tidak sedikit traveler yang bermimpi, agar negerinya bisa mencontoh Negeri Sakura ini.



(aff/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED