Ini Cara Menggenjot Wisata Muslim di Aceh

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Cara Menggenjot Wisata Muslim di Aceh

Wahyu Setyo - detikTravel
Kamis, 18 Jun 2015 18:09 WIB
Ini Cara Menggenjot Wisata Muslim di Aceh
Masjid Baiturrahman di Aceh (Randy/detikTravel)
Jakarta - PATA (Pacific Asia Travel Association) Indonesia Chapter berkomitmen untuk menjadikan Aceh sebagai Destinasi Wisata Muslim nomer wahid di Dunia. Kerjasama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh sudah dilakukan dan strategi pun dirancang. Apa saja?

Dalam acara jumpa pers yang bertempat di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (18/6/2015), Pihak PATA Indonesia Chapter mengungkapkan beberapa programnya untuk meningkatkan wisata muslim di Aceh.

"PATA Indonesia dengan PATA Regional Aceh berencana untuk membuat film layar lebar. Judulnya Aceh-Turkey in Love. Berkisah tentang hubungan Kerajaan Turki Utsmani dengan Kerajaan Aceh di era Sultan Iskandar Muda. Mulai syuting tahun depan," ujar Rahmat Zulfikar, perwakilan PATA regional Aceh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain membuat film, PATA Indonesia juga berencana untuk melakukan sertifikasi terhadap para pelaku industri pariwisata di Aceh. Sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan, serta menetapkan standar pelayanan yang optimal untuk wisatawan. Diharapkan sertifikasi ini akan selesai pada Oktober 2015.

"Salah satu tujuan kita memang ingin membangun pariwisata di Aceh. Bukan Kita yang bangun, Kita lebih ke arah empowering. Untuk itu kita rangkul semua stakeholder yang ada untuk bekerja sama memajukan pariwisata muslim di Aceh," terang Poernomo Siswoprasetijo, CEO PATA Indonesia Chapter.

Dia juga mengungkapkan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di Aceh, terutama budaya, tradisi serta nuansa islami yang begitu kental di sana. Pasar internasional pun masih terbuka lebar untuk Aceh.

"Untuk wisatawan dalam jumlah besar, 3000-5000 orang sekali datang, Aceh itu belum masuk ke dalam peta mereka. Ini yang PATA upayakan, agar Aceh bisa masuk ke dalam katalog," ujar Poernomo.

Strategi tersebut akan didukung oleh promosi gencar dari pihak Kementrian Pariwisata akan berdampak besar. Dengan program yang bagus, destinasi yang bagus, otomatis akan mudah diterima pasar internasional.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads