Selalu ada usaha untuk mencapai sebuah kesuksesan, begitu juga dalam bidang pariwisata. Andika Surachman menangkap kesempatan tersebut beberapa tahun lalu, ketika dia dan sang istri Anniesa Hasibuan memutuskan untuk membuat agen travel umrah.
"Waktu itu tahun 2009, kami bikin perusahaan travel. Awalnya kami usaha pinggiran mulai dari pulsa, burger, seprai," tutur Andika Surachman, CEO First Travel dalam perbincangan email dengan detikTravel, Jumat (19/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2010, Andika mulai memperkenalkan First Travel saat pameran travel skala internasional di fX Sudirman. Waktu itu, kisahnya, First Travel adalah satu-satunya perusahaan travel umrah yang ikut serta.
"Di tahun yang sama kami juga ikutan pameran travel di pusat grosir di Depok. Bismillah saja," katanya.
Kini di usia 29 tahun, Andika menjadi owner salah satu travel umrah terbesar di Indonesia. Bisnis travel memang mayoritas dimainkan oleh perusahaan keluarga, namun Andika yakin, potensinya sangat bagus di masa depan.
"Prinsip hidup saya terus bekerja keras dan membangun kepercayaan, lalu menjaga kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita," paparnya.
Banyaknya anak muda yang traveling, atau berkecimpung di dunia pariwisata juga dilihat Andika sebagai potensi yang besar. Namun dia menyayangkan, masih jarang anak muda yang berwirausaha di bidang pariwisata.
"Untuk itu saya ingin berbagi cerita, wirausaha di bisnis pariwisata sangat berpeluang untuk masa depan," katanya.
Andika punya pesan sendiri untuk generasi muda Indonesia yang ingin berwirausaha, terutama di bisnis pariwisata. Dia memaparkan, anak muda harus jeli melihat dan memilih peluang yang menguntungkan.
"Optimistis, lakukan dengan serius untuk terus bekerja keras. Jangan pernah menyerah, terus maju semangat pantang menyerah untuk meraih masa depan yang lebih baik," tutupnya.
(sst/sst)










































