Mengajari Pendaki Buang Sampah yang Benar, Malah Dihina

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Traveler Peduli Sampah

Mengajari Pendaki Buang Sampah yang Benar, Malah Dihina

Johanes Randy - detikTravel
Senin, 06 Jul 2015 15:10 WIB
Mengajari Pendaki Buang Sampah yang Benar, Malah Dihina
Trashbag Community (dok Trashbag Community)
Jakarta - Sebagai kumpulan anak muda peduli sampah gunung, Trashbag Commmunity tidak kenal lelah mengajarkan traveler agar tidak buang sampah sembarangan. Dalam aksinya, tidak jarang mereka mereka dihina oleh pendaki dan pihak lain.

Saat detikTravel berbincang dengan Trashbag Community di markasnya yang terletak di Jalan Kalibata Timur 4F No 20, Jakarta Selatan pekan lalu, mereka berkisah suka duka dan tantangan yang mereka dapat. Dalam aksi mereka membawa sampah turun dari gunung tidak jarang mereka menegur pendaki yang buang sampah sembarangan

Meski begitu seringkali mereka juga mendapat hinaan dan cibiran. Walau aksi mereka positif, tidak semua pihak mengapresiasi dan memeberikan respon meremehkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di awal itu banyak yang melihat kita aneh, banyak yang orang bilang ada kepentingan di dalamnya, mencari uang atau mencari popularitas, padahal tidak begitu," kenang salah satu founder Trashbag Community, Ragil Budi Wibowo.

Namun berhubung rasa cinta akan gunung yang lebih besar dari cercaan, Trashbag Community tetap menjalankan aksinya untuk membawa turun sampah dan mengingatkan semua pihak tanpa kenal lelah. Pada akhirnya, Trashbag Community tetap solid dan mulai mendapat perhatian.

"Sekarang alhamdullilah. Mereka yang dulu mencela itu sudah angkat topi semua, karena kita menunjukkan konsistensi, bukan hanya euphoria," cerita ragil.

Namun dalam upaya untuk membersihkan gunung dari sampah, bukan hanya hinaan saja yang diterima oleh Trashbag Community. Tantangan seperti dana operasional pun menjadi hambatan untuk berbuat, adapun aksi harus jalan terus.

"Tantangannya mungkin lebih ke menghidupi komunitas, karena semakin banyak permintaan trashbag, kita berusaha mendistribusikan trashbag ke seluruh regional beserta atribut lainnya, yang sumber dananya kita mengolah dari hasil merchandise yang dijual, di sinilah independensi kita," ujar Ragil.

Akhirnya konsistensi berhasil mengubah hinaan jadi pujian. Sebagai komunitas yang peduli, kecintaan Trashbag Community untuk membersihkan sampah di gunung dan mengingatkan pendaki lain seakan tidak pernah padam. Inilah contoh baik yang harus ditiru oleh para pendaki gunung.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads