Pacitan Kini Lebih dari Sekadar Kampung Halaman SBY

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

#detikcomEffect

Pacitan Kini Lebih dari Sekadar Kampung Halaman SBY

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 09 Jul 2015 17:30 WIB
Pacitan Kini Lebih dari Sekadar Kampung Halaman SBY
Pantai Sruni di Pacitan yang indah (Anton Tri Sutrisno/d'Traveler)
Pacitan - Pacitan di Jawa Timur dikenal sebagai kampung halaman mantan Presiden SBY. Namun, Pacitan ingin menawarkan lebih dari itu karena punya banyak potensi wisata. Pacitan kini makin eksis di mata traveler!

Pacitan adalah suatu kabupaten di Jawa Timur, berbatasan dengan Wonogiri di Jawa Tengah dan menghadap ke Samudera Hindia. Anton Tri Sutrisno, seorang d'Traveler alias member travel blogger detikTravel, punya cerita menarik tentang perkembangan pariwisata Pacitan.

"Dulu, orang-orang belum tahu tentang destinasi wisata di Pacitan. Contoh saja, dari pusat Kota Pacitan ke Pantai Klayar bisa sampai 2 jam lamanya. Belum lagi, jalanannya masih batu-batu dan medannya susah dilewati. Bandingkan dengan sekarang yang jalanannya sudah bagus, waktu tempuhnya cuma 1 jam," papar Anton dalam obrolan bersama detikTravel, Kamis (9/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anton menambahkan, setidaknya sampai tahun 2009, wisatawan masih belum berdatangan ke Pacitan. Malah, beberapa destinasi seperti gua dan pantai di sana terkenal dengan mistis dan angker. Padahal, tempat-tempatnya cantik sekali.

"Di Pantai Klayar itu, masih sepi banget dulu, Mas. Jadi kesannya angker dan orang nggak berani berlama-lama di situ. Apalagi, ada juru kuncinya," ujar Anton.

Anton yang merupakan putra asli Pacitan ini, bersama teman-temannya tergugah untuk mempromosikan pariwisata Pacitan melalui tulisan. Salah satunya, dengan cara menulis artikel sebagai d'Traveler di detikTravel mulai akhir tahun 2013.

Tidak sembarangan Anton memilih detikTravel sebagai jalan untuk mempromosikan daerahnya. Dia menegaskan, detikTravel merupakan kanal dari detikcom, media online terbesar dan nomor satu di Indonesia.

"Sekarang, siapa sih yang tidak punya aplikasi detikcom di smartphone, Mas. Temen-temenku di Pacitan saja punya aplikasi itu kok, apalagi orang-orang Jakarta," ujarnya.

Anton dan juga sejumlah d'Traveler lainnya rajin menulis artikel tentang pariwisata Pacitan di detikTravel. Anton saja sudah menulis 58 artikel perjalanan dan 34 artikel galeri foto. Hampir lebih dari setengahnya, adalah tentang Pacitan!

Kerja keras Anton dan para d'Traveler lain pun membuahkan hasil. Pilihannya menulis di detikTravel juga tidak salah. Dia begitu bahagia, karena sudah banyak wisatawan yang datang ke Pacitan gara-gara membaca tulisannya dan tulisan d'Traveler lainnya tentang Pacitan dari detikTravel.

"Pernah Mas, aku dua kali nanya ke dua traveler. Aku tanya, kalian tahu dari mana wisata di Pacitan? Mereka jawabannya sama, baca-baca dari detik," ungkap Anton.

Peran detikTravel menurut Anton adalah awal untuk merangsang pertumbuhan pariwisata Pacitan. Anton mengatakan, semenjak banyak wisatawan datang, jalanan-jalanan menuju lokasi destinasi wisata sudah banyak yang mulus dan diperbaiki. Beberapa destinasi seperti gua, sudah dikelola dengan baik.

Anton bersyukur, Pacitan kini sudah mulai dikenal banyak traveler. Pacitan yang dulunya hanya dikenal sebagai kampung atau tempat lahir mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, kini sudah menjadi destinasi wisata yang mencuri perhatian traveler.

"Selamat ulang tahun detikcom, semoga makin sukses dan makin dicintai pembaca. Semoga juga bisa merangkul pembacanya lebih dekat, seperti mengadakan gathering dan acara-acara seru dari detikTravel," ujarnya menutup obrolan.

(rdy/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads