Sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Udara melalui Notice to Airmen (NOTAM) C 0539/15, status closed Bandara Blimbingsari dinyatakan diperpanjang hingga Kamis (16/7/2015) pukul 16.00 WIB. Alasannya masih sama, persebaran abu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan strombolian Gunung Raung masih menyebar pada 3 jalur lalu lintas penerbangan dari dan ke Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Abu vulkanik ini dinyatakan tegas jika mengganggu aktivitas penerbangan dan membahayakan keselamatan penerbangan.
"Arah persebaran abu vulkanik menuju ke tenggara sehingga kawasan Bandara Blimbingsari masuk dalam lingkaran dampak debu vulkanik," jelas Sigit Widodo, Kepala Bandara Blimbingsari pada detikTravel, Rabu (15/7/2015) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu dipertegas dengan data hasil dari pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi. Prakirawan cuaca pada BMKG Banyuwangi, Yustoto Windiarto menjelaskan saat ini semburan abu vulkanik semakin meninggi dan menyebar pekat hingga di ketinggian 19 ribu feet. Sementara arah angin kini terpantau menuju tenggara dan utara, sehingga berdampak ke wilayah Bandara Blimbingsari.
"Pantauan seak pukul 12.45-18.45 WIB, kecepatan angin bergerak ke arah utara kecepatan 5 knot dan abu menyebar pekat hingga 19 ribu feet. Semburan debunya merusak mesin berbahaya bagi keselamatan penerbangan," pungkasnya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru