Singa tersebut bernama Cecil. Ia bukanlah singa biasa karena merupakan bagian proyek penelitian Universitas Oxford. Di lehernya terdapat kalung yang memiliki GPS aktif. Singa berumur 13 tahun ini sengaja dilepas di Taman Nasional Hwange demi keamanannya.
Ironisnya, malah di taman nasional yang dianggap terlindung inilah ia mati mengenaskan. Ditengok dari CNN, Rabu (28/7/2015), hewan di rantai makanan tertinggi ini mati karena tembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga, sekelompok turis yang melancong ke Taman Nasional Hwange inilah yang mengakhiri umur Cecil. Diperkirakan kelompok ini berisi 3 orang dengan 1 orang pemandu yang mau disogok dengan uang USD 55.000 (Rp 740 juta).
Dengan jumlah uang tersebut, sang pemandu mau mengantar mereka untuk berburu seekor singa. Mungkin, pemandu tersebut menyangka tak ada orang yang sadar akan matinya seekor singa. Sayangnya, hewan yang satu ini memiliki banyak mata yang memerhatikannya.
Pihak penyelenggara tur safari telah membenarkan adanya satu karyawannya yang turut mengejar singa tersebut. Sang karyawan tersebut pun sudah diberhentikan dan sedang menjalani proses hukum. Sementara kelompok pemburu ini masih dalam proses pengumpulan data.
(rdy/fay)










































