Pada bulan April 2015 kemarin, media sosial Weibo (semacam Twitter ala Tiongkok) bikin geger. Gara-garanya, ada foto seorang pria turis Tiongkok yang terlihat masih muda sedang duduk di atas patung. Nama turisnya, Li Wenchun.
Bahkan, sampai-sampai media internasional seperti Daily Mail, International Business Times, The Telegraph dan Voice of America turut memberitakannya. Dari berbagai informasi yag dirangkum detikTravel, Jumat (31/7/2015) patung tentara itu ternyata bukan patung militer biasa. Patung militer tersebut merupakan patung Tentara Rakyat atau juga dikenal dengan Red Army.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Kota Yan'an sendiri mendapat julukan 'Holy Land of China's Communist Party Revolution'. Sebab, di sanalah basis Red Army terbesar yang pernah mengusir Jepang dari daratan Tiongkok di tahun 1940-an.
Maka tak heran, di Yan'an terdapat banyak hal bersejarah tentang segala hal dari peninggalan Mao Zedong, tempat-tempat yang pernah digunakan sebagai kamp atau lorong rahasia di gua-gua yang pernah dipakai Red Army. Tak ketinggalan, dibangunlah suatu memorial park yang berisikan patung-patung Red Army.
Oleh sebab itu, Kota Yan'an merupakan salah satu destinasi bersejarah di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok menata memorial park dan tempat bersejarahnya dengan bagus dan terawat. Berharap, menjadi destinasi wisata sekaligus tempat belajar sejarah bagi masyarakat Tiongkok sendiri.
Kembali ke Li Wenchun, apa yang dia lakukan jelas-jelas di luar batas. Dia malah menaiki salah satu patungnya yang posisi tangannya terbuka. Kemudian, Li duduk di atas kepalanya dan kedua kakinya berada di kedua tangan patungnya. Dia pun senyum manis ke depan kamera.
Begitu fotonya tersebar di Weibo, kecaman dan hujatan langsung membanjirinya. Banyak netizen yang bilang kalau ulah Li sungguh kelewatan, keterlaluan, tidak menghormati sejarah dan masih banyak lagi. Serta, ada juga hujatan sinis yang bilang, "Anda (Li-red) orang atau monyet?"
Kemudian, sampailah kabar tersebut ke telinga pemerintah Tiongkok. Sontak, pemerintah Tiongkok geram atas apa ulah Li. Lewat China National Tourism Administration, mereka mengeluarkan hukuman kepadanya berupa masuk dalam daftar 'blacklist' dan dilarang traveling selama 10 tahun!
Artinya, Li dilarang datang ke tempat-tempat wisata di Tiongkok selama 10 tahun lamanya. Pemerintah Tiongkok memang sedang tidak main-main untuk mengubah perilaku turis asal negaranya agar lebih bermoral dan tidak melakukan hal-hal aneh. Bukan cuma saat turis Tiongkok ke luar negeri, tapi juga ketika sedang berwisata di dalam negeri.
Li menjadi orang pertama Tiongkok yang masuk dalam daftar 'blacklist' itu. Kabarnya, ada juga empat orang yang juga masuk ke dalam daftarnya karena serombongan dengan Li dan tidak berusaha mencegah ulah Li naik ke atas patung.
Setelahnya, Li sempat menulis permintaan maaf melalui media sosial miliknya. Sayang beribu sayang, tidak ada simpati yang datang. Masyarakat Tiongkok dan pemerintahnya sudah kadung kecewa dan marah. Nasi sudah menjadi bubur, Li.
Apa yang dilakukan Li, dapat menjadi pelajaran untuk semua turis. Jangan pernah melakukan hal-hal yang dirasa kelewatan, meski hanya untuk guyonan saja. Hormatilah dan hargailah tempat-tempat yang Anda datangi untuk menghormati masyarakat sekitar, serta demi kebaikan Anda sendiri
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah