Ritual upacara Yadnya Kasada suku Tengger yang tinggal di sekitar Gunung Bromo akan dilaksanakan hari ini, Jumat (31/7) malam. Acara suku Tengger yang menjadi agenda rutin setiap tahun ini selalu dibanjiri oleh turis, baik dari dalam maupun luar daerah.
Pada pelaksanaan Yadnya Kasada tahun ini, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Ayu Dewi Utari, mengimbau kepada pengunjung untuk tidak membuat api unggun pada malam Kasada nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa kami melarang membuat api unggun, karena musim kemarau saat ini suhu udara rendah, dan mengalami kekeringan. Dikwatirkan serpihan api unggun itu akan menyebar dan menimbulkan kebakaran. Kami melarang keras itu," kata Ayu kepada detikcom Kamis (30/7/2015).
Bukan hanya api unggun saja yang dilarang, pengunjung juga dilarang membuat tenda di area upacara Kasada Yadnya. Sebab, menurut warga Tengger, di lautan pasir yang ditempati ritual adalah pasir yang suci.
"Itu permintaan dari warga suku Tengger sendiri, agar tidak terganggu jalannya upacara Yadnya," kata Ayu.
Disinggung adanya abu vulkanik Gunung Raung yang mengguyur di Probolinggo, Ayu menyebutkan tidak ada pengaruh jalannya Yadnya Kasada, karena abu vulkanik Raung tidak sampai ke Gunung Bromo.
Hanya saja bagi para wisatawan atau pengunjung agar segera mempersiapkan bekal dan peralatan seperti jaket, dan masker saat di puncak Gunung Bromo.
"Memang Gunung Bromo dan Gunung Semeru itu gunung aktif berapi, namun bencana Gunung Raung tidak berpengaruh ke Gunung Bromo," kata Ayu.
(krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru