Adalah Sam Cookney, seorang traveler asal London yang tengah menjadi perbincangan karena ide ngiritnya yang cukup ekstrem. Tidak mampu membayar biaya hidup per bulan di London yang kian mahal, Sam pun mencoba ide ekstrim baru untuk ngirit.
Caranya, Sam mencoba tinggal di Barcelona dan bepergian ke kantornya di London naik pesawat! Walau terdengar tidak masuk akal, nyatanya Sam berhasil menghemat pengeluaran selama sebulan hingga USD 878 atau setara dengan Rp 11 jutaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk estimasi, biaya sewa apartemen per bulan di London pada tahun 2013 lalu adalah sekitar USD 3195 (Rp 43 juta). Lalu Sam masih harus membayar pajak sebesar USD 160 (Rp 2,1) per bulan, serta kartu langganan kereta senilai USD 250 (Rp 3,3 juta). Kalau ditotal, ongkos hidup sebulan Sam di London adalah USD 3.602 atau Rp 48 juta.
Akhirnya Sam pun memilih untuk menyewa apartemen yang lebih terjangkau di Barcelona, Spanyol. Ongkos sewa apartemen di Barcelona ternyata lebih murah, yaitu sekitar USD 1.300 (Rp 17 juta) per bulan, dengan kondisi apartemen yang lebih layak.
Dari apartemennya, Sam pergi ke Bandara El Prat di Barcelona dengan menaiki kereta setiap harinya. Dari bandara, ia terbang ke London menggunakan maskapai bujet Ryanair, dilanjutkan dengan naik kereta ke kantornya di Farringdon.
Kebetulan pekerjaam Sam memungkinkannya untuk kerja beberapa hari dari rumah. Efektifnya, Sam pergi bekerja di London empat kali seminggu dan menghabiskan biaya sekitar USD 1.424 (Rp 19 jutaan) per bulan.
Jika ditotal, biaya hidup Sam per bulan yang baru adalah USD 2.724 atau Rp 36 jutaan. Lebih murah Rp 11 jutaan dari biaya hidup di sebulan di London. Walau nyatanya lebih murah, namun tetap ada pengorbanan yang harus dilakukan Sam.
Untuk menempuh jarak sekitar 1.500 Kilometer dari rumahnya di Barcelona ke kantornya di London, setiap pagi Sam harus menghabiskan waktu lima setengah jam di jalan. Namun Sam mengakali lamanya waktu penerbangan Barcelona London dengan tidur di pesawat.
Duka lainnya yaitu harga pesawat yang menjadi lebih mahal saat musim panas. Tidak jarang juga Sam kehilangan momen kumpul dengan temannya di London. Adapun Sam berpendapat, kalau murahnya harga makanan dan banyaknya festival di Barcelona, setara dengan pengorbanannya.
Terlepas dari keberhasilan Sam dalam mengirit biaya, idenya memang sangat tidak biasa dan menarik. Mungkin ada traveler lain yang ingin meniru ide kreatif Sam?
(rdy/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah