"Toilet kita dari skala 100, memalukan. Nilainya 40, parah," tutur Arief usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Memalukan menurut Arief, karena kondisinya banyak yang kotor, bau dan tidak terawatβ. Hal itu memberikan citra buruk, di mata wisatawan. Arief mengatakan, pihaknya bakal melakukan terobosan agar toilet tak lagi menjadi kendala datangnya wisatawan ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terobosan yang bakal dilakukan adalah dengan menggandenβg swasta untuk menyediakan toilet-toilet tersebut. Arief mengatakan, dalam hal ini akan memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menyediakan toilet-toilet tersebut.
"Saya sedang membahas dengan Asosiasi Toilet Indonesia. Akan kita buat tipe 27, isinya 5 toilet, tipe 36. Dengan standar yang ada, itu yang akan kita jual. Saya juga akan membantu akses ke perbankan, ke Kementerian Koperasi dan UKM," tuturnya.
Mantan Direktur Utama PT Telkom ini mengatakan, sistemnya nanti akan sama seperti warung telekomunikasi (wartel) yang menyediakan fasilitas teleponβ beberapa tahun lalu.
"Ketika dikerjakan pebisnis, seperti di Telkom. Wartel, itu operated managed by SME (small medium enterprise). Ada lebih dari 124 ribu wartel saat itu. Memang ketika teknologi datang seluler nggak ada lagi. Toilet akan segera bersih karena di-managed oleh UKM," tutupnya.
(zul/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang