Menteri Pariwisata: Toilet Kita Memalukan, Parah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menteri Pariwisata: Toilet Kita Memalukan, Parah

Zulfi Suhendra - detikTravel
Selasa, 18 Agu 2015 21:30 WIB
Menteri Pariwisata: Toilet Kita Memalukan, Parah
Ilustrasi toilet umum (Afif/detikTravel)
Jakarta - Tidak jarang wisatawan mendapati toilet di objek wisata dalam kondisi jorok dan bau. Menteri Pariwisata Arief yahya mengakui toilet di tempat wisata saat ini sangat memalukan dan parah. Kemenpar akan memperbaikinya.

"Toilet kita dari skala 100, memalukan. Nilainya 40, parah," tutur Arief usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Memalukan menurut Arief, karena kondisinya banyak yang kotor, bau dan tidak terawatβ€Ž. Hal itu memberikan citra buruk, di mata wisatawan. Arief mengatakan, pihaknya bakal melakukan terobosan agar toilet tak lagi menjadi kendala datangnya wisatawan ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi itu nanti tak lagi jadi fasilitas sosial. Tapi kita perlakukan unit bisnisβ€Ž," tuturnya.

Terobosan yang bakal dilakukan adalah dengan menggandenβ€Žg swasta untuk menyediakan toilet-toilet tersebut. Arief mengatakan, dalam hal ini akan memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menyediakan toilet-toilet tersebut.

"Saya sedang membahas dengan Asosiasi Toilet Indonesia. Akan kita buat tipe 27, isinya 5 toilet, tipe 36. Dengan standar yang ada, itu yang akan kita jual. Saya juga akan membantu akses ke perbankan, ke Kementerian Koperasi dan UKM," tuturnya.

Mantan Direktur Utama PT Telkom ini mengatakan, sistemnya nanti akan sama seperti warung telekomunikasi (wartel) yang menyediakan fasilitas teleponβ€Ž beberapa tahun lalu.

"Ketika dikerjakan pebisnis, seperti di Telkom. Wartel, itu operated managed by SME (small medium enterprise). Ada lebih dari 124 ribu wartel saat itu. Memang ketika teknologi datang seluler nggak ada lagi. Toilet akan segera bersih karena di-managed oleh UKM," tutupnya.

(zul/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads