Pertama kali Arief bicara soal toilet yang jorok adalah pada bulan Maret silam. Ketika membuka Expo Clean & Laundry 2015 di Jakarta International Expo Kamayoran, Jakarta, dia angkat bicara soal masalah toilet di Indonesia.
"Posisi kualitas kebersihan toilet kita lebih buruk dari Thailand dan Malaysia. Itu yang tidak boleh terjadi," sindir Arief waktu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Arief mengklaim pemerintah sudah mencoba pendekatan sosia-budaya sampai agama agar ada kesadaran soal toilet bersih, tapi tidak ada perubahan. Arief pun akan mencoba membisniskan toilet agar dikelola profesional.
5 Bulan kemudian, kembali Arief bicara soal toilet kotor usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8) kemarin. "Toilet kita dari skala 100, memalukan. Nilainya 40, parah," tutur Arief.
Namun kini Arief sudah punya rencana untuk menjadikan toilet sebagai peluang Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dia mengaku sudah bicara dengan Asosiasi Toilet Indonesia, konsepnya mirip wartel yang menjamur dimana-mana. Arief yakin toilet akan bersih kalau dikelola UKM.
Meski begitu belum jelas benar bagaimana pembicaraan Menpar dengan Asosiasi Toilet Indonesia terkait upaya merealisasikan UKM toilet ini. Namun kalau itu terwujud, tentu akan menjadi angin segar bagi wisatawan yang jenuh dengan bau pesing toilet umum.
(rdy/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama