Bukan Sekali Ini Menpar Bicara Soal Toilet Kotor

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bukan Sekali Ini Menpar Bicara Soal Toilet Kotor

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Rabu, 19 Agu 2015 07:15 WIB
Bukan Sekali Ini Menpar Bicara Soal Toilet Kotor
Ilustrasi toilet umum (Afif/detikTravel)
Jakarta - Tanpa basa-basi, kemarin Menpar Arief Yahya mengatakan toilet di objek wisata Indonesia memalukan. Rupanya, bukan sekali ini saja dia mengomentari toilet yang jorok dan bau di berbagai destinasi wisata Tanah Air.

Pertama kali Arief bicara soal toilet yang jorok adalah pada bulan Maret silam. Ketika membuka Expo Clean & Laundry 2015 di Jakarta International Expo Kamayoran, Jakarta, dia angkat bicara soal masalah toilet di Indonesia.

"Posisi kualitas kebersihan toilet kita lebih buruk dari Thailand dan Malaysia. Itu yang tidak boleh terjadi," sindir Arief waktu itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arief bahkan mencomot data World Economic Forum (WEF) yang menempatkan kebersihan toilet di Indonesia di peringkat 40 dari 140 negara. Arief yakin kebersihan toilet berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan.

Saat itu Arief mengklaim pemerintah sudah mencoba pendekatan sosia-budaya sampai agama agar ada kesadaran soal toilet bersih, tapi tidak ada perubahan. Arief pun akan mencoba membisniskan toilet agar dikelola profesional.

5 Bulan kemudian, kembali Arief bicara soal toilet kotor usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8) kemarin. "Toilet kita dari skala 100, memalukan. Nilainya 40, parah," tutur Arief.

Namun kini Arief sudah punya rencana untuk menjadikan toilet sebagai peluang Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dia mengaku sudah bicara dengan Asosiasi Toilet Indonesia, konsepnya mirip wartel yang menjamur dimana-mana. Arief yakin toilet akan bersih kalau dikelola UKM.

Meski begitu belum jelas benar bagaimana pembicaraan Menpar dengan Asosiasi Toilet Indonesia terkait upaya merealisasikan UKM toilet ini. Namun kalau itu terwujud, tentu akan menjadi angin segar bagi wisatawan yang jenuh dengan bau pesing toilet umum.

(rdy/Aditya Fajar Indrawan)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads