Singapura punya brand image yang kuat sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Menko Kemaritiman Rizal Ramli pun ingin Jakarta seperti Singapura dan dia memanggil Gubernur DKI Ahok dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Menpar Arief Yahya siang ini mendatangi Kantor Menko Kemaritiman Rizal Ramli pukul 11.30 WIB di Komplek Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Saat membuka rapat, Rizal Ramli ingin merancang imej Jakarta seperti kota wisata seperti yang dilakukan oleh Singapura hingga Maladewa.
"Pertemuan dengan Gubernur DKI sebagai tindak lanjut pertemuan saya dengan Kementerian Pariwisata kemarin. Kami ingin kembangkan pariwisata Jakarta dengan lebih fokus. Ada negara-negara yang hidup mengandalkan sektor pariwisata. Spanyol, Turki dan Italia contohnya. Devisa ancer-ancer akan menghasilkan US$ 10 miliar. Tahun ini dapat 10 juta wisman (wisatawan mancanegara), tahun depan 20 juta wisman," kata Rizal saat memimpin rapat koordinasi di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta kita sepakat untuk business tourism, art tourism, dan culinary tourism. Orang datang ke Jakarta untuk bisnis satu dua hari, nah ada pilihan tourism singkat. Presiden sangat mendukung pengembangan wisata maritim di Kepulauan Seribu," ujarnya.
Untuk mendukung program pegembangan pariwisata di Jakarta, pemerintah pusat akan membangun infrastruktur pendukung seperti penyediaan pasokan listrik di Kepulauan Seribu, Jakarta. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan pulabuhan kapal pesiar.
"Kami juga ingin bangun pelabuhan lebih besar supaya bisa didarati kapal lebih besar hingga yacht. Kita lanjutkan dengan task force, konkrit akan bangun berapa besar, budget-nya berapa," ujarnya.
Pada pertemuan tersebut, Rizal membahas rencana pengembangan Jakarta memiliki imej sebagai kota wisata dunia seperti Singapura dan Maladewa.
"Salah satu yang kita ingin, harus jelas branding-nya apa. Kalau kita ke Maldives, jelas wisata maritim. Kalau orang ke Singapura, di kepala orang langsung terpikir belanja atau wisata medical. Jakarta branding-nya adalah business tourism," tutupnya.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru