Asal Anda tahu saja, Dollar yang terlalu perkasa adalah masalah untuk para traveler dari seluruh dunia. Tingginya Dollar dan dampaknya terhadap kegiatan traveling jadi pemberitaan dari Asia sampai Australia. Hanya turis Amerika yang bahagia.
Pantauan detikTravel, Selasa (25/8/2015) The Sydney Morning Heralds dari Australia mengulas traveler harus liburan ke mana karena Dollar Australia melemah terhadap Dollar AS. London, New York dan Bali dicoret, Selandia Baru, Brasil dan Kolombia jadi pilihan baru. Semua gara-gara pelemahan mata uang lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hmmm, mungkin itu juga yang perlu kita pikirkan. Nilai tukar Dollar semacam ini tentu membuat kita memilih, mau tetap liburan ke luar negeri, atau menikmati destinasi wisata di Indonesia saja.
Kalau liburan ke luar negeri, mau ke mana? Jarak yang jauh ke Eropa atau Amerika, urusannya adalah tiket pesawat yang mahal yang dibeli dengan Dollar. Kawasan Asia Tenggara mungkin masih terjangkau jika ingin tetap liburan ke luar negeri tanpa menguras isi dompet terlalu dalam.
Kalau liburan di Indonesia, itu jauh lebih mudah lagi. Kita tidak pusing memikirkan Dollar, karena transaksi dengan mata uang sendiri. Pilihan destinasinya sungguh beragam dari alam, budaya, belanja sampai kuliner.
Beberapa spot di Indonesia punya suasana seperti di luar negeri, pasti seru kalau datang ke sana. Beberapa destinasi malah jadi impian wisatawan mancanegara. Mereka rela jauh-jauh datang dari belahan Bumi yang lain, kenapa Anda yang lebih dekat tidak pergi ke sana?
Bagaimana dengan Anda? Tetap traveling ke luar negeri, atau memilih menikmati negeri sendiri dengan maksimal? Jika punya opini soal ini, silakan kirim email ke redaksi@detik.travel.
(shf/shf)










































