Ketika Rendang & Sate Goyang Lidah Orang Eropa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Italia

Ketika Rendang & Sate Goyang Lidah Orang Eropa

Ken Yunita - detikTravel
Minggu, 20 Sep 2015 10:45 WIB
Ketika Rendang & Sate Goyang Lidah Orang Eropa
Menu rendang yang seperti ini yang jadi favorit para pengunjung (Yunita/detikTravel)
Milan - Salah satu alasan Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015, Italia diserbu banyak pengunjung adalah karena sajian kuliner. Rendang dan sate, menjadi menu favorit bagi mereka, orang Eropa.

Kelezatan masakan Indonesia tak cuma diakui oleh orang Indonesia saja tapi juga orang asing yang baru pertama kali mencicipinya. Hal itu terlihat saat saya melihat para bule melahap makanan di Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015.

Kebetulan saat saya mampir, waktu menunjukkan jam makan siang. Mini restoran yang berada di area paling belakang Paviliun Indonesia terlihat penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua kursi terisi tamu. Termasuk kursi-kursi di outdoor area. Kebanyakan pengunjung restoran siang itu adalah pasangan atau rombongan keluarga. Tidak tampak satupun tampak tamu berwajah Asia atau Indonesia.

Saya yang juga ingin mencicipi makanan Indonesia di Milan Expo 2015 harus mengantre untuk mendapatkan meja. Beruntung, empat orang di meja paling pojok sudah selesai makan sehingga saya tak perlu menunggu terlalu lama. Menu siang itu adalah masakannya terdiri dari nasi, ayam, ikan, sayuran, kerupuk dan juga rendang.

"Rendang selalu kita masukkan dalam menu karena banyak yang nanya dan suka," ujar salah satu pelayan.

Untuk menikmati satu porsi menu itu plus minum, saya harus merogoh kocek hingga 20 euro atau sekitar Rp 320 ribu. Mahal? Jika di kurs ke rupiah tentu saja terlihat sangat mahal.

Di Jakarta, harga segitu tentu sudah bisa menikmati aneka hidangan lezat di restoran mewah. Atau steak-steak impor berukuran jumbo yang mengenyangkan. Namun mungkin untuk ukuran wisatawan asing, 20 Euro tak terlalu mahal.

Hal itu terlihat dari cukup ramainya restoran saat jam-jam makan seperti makan siang dan makan malam. "Kita rata-rata menjual 150 porsi per hari, lumayan banyak yang antusias," ujar Direktur Paviliun Indonesia Budiman Muhammad.

Menurut Budiman banyak turis bernostalgia dengan masakan Indonesia karena mereka pernah datang atau tinggal di Indonesia. Sebagian turis lainnya mengaku mendapat rekomendasi dan ingin mencoba.

Salah satunya Gino Cancian yang datang bersama pasangannya. Pria Italia itu mengaku sangat menyukai masakan Indonesia begitu pertama kali mencobannya.

"Makanannya lezat sekali, saya suka," ujar Gino diiringi anggukan sang istri.

Gino mengaku sama sekali belum pernah di Indonesia. Dia menyebut Indonesia adalah salah satu negara impiannya untuk didatangi. "Saya benar-benar ingin ke Indonesia tapi belum sempat," ujarnya.

Selama pameran, restoran Indonesia menyediakan berbagai menu masakan dari berbagai daerah di Indonesia. Menu tiap minggu berubah. Selain rendang, sate adalah makanan yang digilai pengunjung.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads