Oktober 2015, Tebing Keraton Bandung Ditutup Sementara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Oktober 2015, Tebing Keraton Bandung Ditutup Sementara

Erna Mardiana - detikTravel
Jumat, 25 Sep 2015 17:15 WIB
Oktober 2015, Tebing Keraton Bandung Ditutup Sementara
Tebing Keraton (Sastri/detikTravel)
Bandung - Traveler yang mau jalan-jalan ke Tebing Keraton di Bandung beberapa waktu mendatang harus ditunda dulu. Sebab, Tebing Keraton akan ditutup sementara satu bulan penuh pada Oktober 2015 untuk pemulihan ekosistem kawasannya.

Kepala Balai Pengelolaan Tahura Imam Santoso menyatakan Tebing Keraton merupakan kawasan konservasi, di mana banyak flora dan fauna yang perlu dilindungi. Maka untuk sementara, Tebing Keraton yang berada di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda (Dago) akan ditutup dari tanggal 1 sampai 31 Oktober 2015

"Flora memang tidak banyak, untuk fauna di sana ada burung elang, yang mana itu termasuk satwa langka yang harus dilindungi. Kami khawatir dengan banyaknya pengunjung mengganggu habitat mereka. Tebing Keraton kan sudah satu tahun ya dibuka," ungkapnya kepada detikTravel, Jumat (25/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan kawasan Tebing Keraton merupakan daerah migrasi elang. Sekitar Oktober-November, biasanya Elang dari Asia ke Australia melintasi daerah itu. Jumlahnya ratusan. Sekitar April, elang dari Australia kembali lagi ke Asia.

Menurut Imam apabila dari hasil evaluasi ternyata keberadaan pengunjung mengganggu habitat Elang, kemungkinan ke depannya jumlah pengunjung akan dibatasi.

"Saat ini masih belum tentu, kadang dalam satu bulan sampai 25 ribu, kadang hanya empat hingga enam ribu. Ramai saat weekend. Ini mungkin karena Keraton belum jadi tujuan wisata," ujar Imam.

Apabila tidak mengganggu habitat elang, menurut Imam, pihaknya November nanti akan mengadakan acara untuk pengamatan migrasi elang secara bersama-sama. "Momennya bagus, jumlahnya ratusan," katanya.

Selain untuk pemulihan ekosistem, kata Imam, pihaknya juga akan memperbaiki sarana dan prasarana kawasan Tebing Keraton. "Kita akan tambah toilet dan bangun mushola. Pagar pengaman juga akan kita perbaiki, karena sekarang sudah rusak. Seringkali dijadikan senderan pengunjung untuk selfie," ungkapnya.

Tak hanya itu, akses jalan menuju tebing akan diperbaiki menggunakan anggaran dari provinsi Jawa Barat. "Sekarang kan jalannya masih rusak," cetusnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki jogging track agar nyaman dipergunakan pengunjung.

Imam juga khawatir pengunjung menjadi pemicu kebakaran hutan. Di musim kemarau ini, rumput sekitar tebing mengering. "Kami takut ada pengunjung yang membuang puntung rokok dan menyebabkan kawasan hutan terbakar," kata Imam.

Soal rencana penutupan sementara ini, menurut Imam sudah disosialisasikan di media sosial dan juga di lokasi. "Kami tidak ingin pengunjung yang sudah jauh-jauh datang kecewa," pungkasnya.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads