Siti Laela (53), seorang pengusaha Batik Betawi Terogong di Cilandak Barat, Jakarta Selatan mengutarakan curhatan tersebut. Tidak muluk-muluk, dia hanya ingin mendapat perhatian pemerintah terkait promosi batik Betawi.
"Harapan kami di Hari Batik Nasional ini, pemerintah lebih memperhatikan kami, khususnya pengrajin batik kecil. Dapat memberi kesempatan pada kami untuk bisa memasarkan produk batik Betawi di tempat-tempat wisata di mana harga sewanya tidak cukup mahal," paparnya kepada detikTravel, di Kampung Batik Betawi Terogong, Jl Terogong III No 27, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2015) kemarin.
Untuk promosi kepada wisatawan, Laela selama ini memanfaatkan internet melalui situs resmi Batik Betawi Terogong. Di sana terpampang lengkap lokasi, aneka kegiatan hingga berbagai produksi batik Betawi.
BACA JUGA: Nyok! Jalan-jalan ke Kampung Batik Betawi Terogong
Namun menurutnya, hal itu belum cukup untuk mempromosikan batik Betawi kepada wisatawan khususnya wisatawan yang berasal dari Jakarta sendiri. Satu lagi, Laela menegaskan soal batik printing yang belum banyak diketahui orang. Apa itu?
"Sekarang ini batik kalah dengan batik printing karena harganya yang lebih murah. Yang namanya batik itu ada unsur lilin dalam pembuatannya, sedangkan printing tidak pakai lilin tapi tinta. Printing itu bukan batik," tegasnya.
Di Hari Batik Nasional, tidak ada salahnya traveler mengenal lebih dekat tentang batik Betawi. Salah satunya dengan mampir ke Kampung Batik Betawi Terogong, untuk melihat batik dengan berbagai motif yang kental dengan nuansa Jakarta. Dari ondel-ondel hingga Monas.
"Wisatawan dari Jepang, Australia dan AS saja sudah datang ke sini," kata Laela.
Berikut, video tentang harapan pengrajin batik Betawi di Hari Batik Nasional:
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar