Mauritius adalah negara kepulauan di tengah Samudera Hindia, namun masuk benua Afrika. Mauritius dengan penduduk 1,3 juta orang dan GDP USD 10.500 adalah salah satu negeri paling makmur di Afrika.
The 3rd Tourism and Leisure Exhibition digelar di Port Louis, Mauritius, 9-11 Oktober 2015 kemarin. Agen-agen perjalanan wisata, hotel dan maskapai penerbangan internasional meramaikan pameran tersebut. Tidak ketinggalan, perwakilan negara asing mempromosikan diri seperti Pakistan, Malaysia, Mesir, India dan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kekuatan daya beli masyarakat Mauritius yang tinggi, peluang meningkatkan kunjungan wisatawan Mauritius ke Indonesia sangat besar," kata Herman Rukmanadi, pemilik biro perjalanan wisata Bhara Tours dalam rilis KBRI Nairobi kepada detikTravel, Senin (12/10/2015).
Mauritius dan Indonesia mempunyai kedekatan sejarah. Pohon tebu di Mauritius didatangkan Belanda dari Pulau Jawa pada abad ke-16. Belanda juga mendatangkan rusa dari Pulau Jawa, dan wisata safari rusa Jawa berkembang menjadi atraksi wisata di Mauritius.
"Ikatan sejarah antara Mauritius dan Indonesia ini dapat digunakan menarik wisatawan ke Indonesia," tutur Firdaus Dahlan, Direktur Organisasi Negara-negara Samudera Hindia (IORA).
Pada pameran wisata tersebut, KBRI Nairobi menampilkan Tari Panyembrama, Joged dan Manuk Rawa dari Bali serta tari Manipuren Jawa Tengah. Berbagai penampilan tarian Indonesia tersebut mendapatkan sambutan meriah dari pengunjung.
Disamping menanyakan tentang tempat wisata populer Indonesia, sebagian pengunjung juga mencari informasi tentang barang-barang produk unggulan Indonesia. Sebagian di mereka menyatakan keinginannya untuk hadir pada Trade Expo Indonesia akhir Oktober ini di Jakarta.
(rdy/Aditya Fajar Indrawan)










































