"Seharusnya wisata ziarah itu harmoni antara nilai spritualitas dengan keekonomian. Kalau kita menyejahterakan tempat-tempat suci bisa jadi destinasi dan menyejahterakan masyarakat. Ini Wali Songo, kami akan membantu mem-package," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Pembukaan Workshop dan Kick-off Pengembangan Destinasi Wisata Ziarah, Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Arief mengatakan dari 9 Situs Wali Songo yang ada di 8 daerah seperti Demak dan Gresik akan dikembangkan agar semakin banyak turis yang berwisata ziarah ke sana. Ia mengakui memang ada tiga kekurangan di destinasi wisata ziarah, yaitu infrastruktur, teknologi informasi dan kebersihan. Maka pengembangan destinasi pun akan dilakukan secara bertahap, mulai dari mengatasi masalah kebersihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk langkah kedua yang akan dikembangkan adalah sumber daya manusia (SDM). Akan ada 100 SDM yang dilatih secara profesional untuk mengelola setiap Situs Wali Songo yang jumlahnya 9. Jadi, akan ada total 900 orang yang dilatih untuk benar-benar mengelola destinasi wisata ziarah tersbut.
Langkah ketiga ada promosi agar semakin banyak turis yang tahu dan tertarik datang ke Situs Wali Songo. Event-event menarik nantinya juga akan diselenggarakan di beberapa situs Wali Songo.
"Boleh mengadakan event. Nanti pilih saja di 9 ini, event terbesar apa nanti kita dukung. Event harus menarik, balance antara kultural dan komersial. Per event promosi akan kita dukung Rp 9 miliar," ucapnya.
(aff/aff)










































