Ketika Jurnalis Tiongkok Terkesima Tari Barong Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ketika Jurnalis Tiongkok Terkesima Tari Barong Bali

Wahyu Setyo - detikTravel
Minggu, 18 Okt 2015 13:40 WIB
Ketika Jurnalis Tiongkok Terkesima Tari Barong Bali
Tari Barong (Wahyu/detikTravel)
Gianyar - Kegiatan Famtrip dari Kemenpar yang mengajak jurnalis dan operator tur dari Tiongkok sudah memasuki hari terakhir. Ada cerita seru dari mereka, kala terkesima saat diajak pertunjukan seni Tari Barong.

Hari Minggu (18/10/2015) ini, Rombongan jurnalis dari Shanghai, Tiongkok dibawa untuk menyaksikan pertunjukan seni Tari Barong di Objek Wisata Sahadewa, Batu Bulan, Gianyar, Bali. Mereka pun terkesima dengan seni tari asli Bali tersebut.

Rombongan jurnalis dan operatur tur dari Tiongkok duduk di barisan kedua dari depan. Selama pertunjukan berlangsung, mereka tampak khusyuk memperhatikan setiap fragmen lakon tarian yang dipentaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Huang Lan Lan (25), jurnalis dari harian berbahasa Inggris The Global Times China pun mengutarakan kekagumannya atas Tari Barong yang baru saja ia saksikan. Lanlan, begitu ia biasa dipanggil, baru pertama kali menyaksikan pertunjukan ini dan langsung suka.

"Ini baru pertama kalinya saya menonton Tari Barong langsung di Bali. Saya memang suka seni tradisional dan saya rasa tarian ini sangat bagus. Gerakannya, kostum penarinya, semuanya bagus," ujar Lanlan.

Pertunjukan Tari Barong yang disaksikan Lanlan menceritakan tentang pertempuran antara si baik yang diwakili oleh Barong melawan si jahat yang diwakili oleh Rangda. Pertempuran akhirnya dimenangkan oleh Barong yang menjadi representasi si baik.

"Meskipun saya tidak mengerti bahasa lokal yang para penari gunakan, tapi saya cukup memahami jalan ceritanya. Ini pertempuran antara baik dan buruk, seperti kehidupan ada yang baik dan jahat, yang baik pasti menang," kata Lanlan.

Lanlan mengaku akan menonton lagi pertunjukan ini apabila ada yang mementaskannya di Shanghai. Dia juga menyukai bunyi musik gamelan yang mengiringi pentas Tari Barong. Menurut Lanlan, nuansa misterius yang muncul di Tari Barong menjadi bumbu tersendiri yang membuat tarian ini berbeda dari tarian lainnya.

Tari Barong yang dipentaskan di Sahadewa berlangsung sekali setiap hari. Mulai pentas pada pukul 09.30 Wita dan selesai 1 jam kemudian. Sementara di sore harinya, dipentaskan Tari Kecak yang tak kalah menarik untuk disaksikan.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads