Hari Minggu (18/10/2015) ini, Rombongan jurnalis dari Shanghai, Tiongkok dibawa untuk menyaksikan pertunjukan seni Tari Barong di Objek Wisata Sahadewa, Batu Bulan, Gianyar, Bali. Mereka pun terkesima dengan seni tari asli Bali tersebut.
Rombongan jurnalis dan operatur tur dari Tiongkok duduk di barisan kedua dari depan. Selama pertunjukan berlangsung, mereka tampak khusyuk memperhatikan setiap fragmen lakon tarian yang dipentaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru pertama kalinya saya menonton Tari Barong langsung di Bali. Saya memang suka seni tradisional dan saya rasa tarian ini sangat bagus. Gerakannya, kostum penarinya, semuanya bagus," ujar Lanlan.
Pertunjukan Tari Barong yang disaksikan Lanlan menceritakan tentang pertempuran antara si baik yang diwakili oleh Barong melawan si jahat yang diwakili oleh Rangda. Pertempuran akhirnya dimenangkan oleh Barong yang menjadi representasi si baik.
"Meskipun saya tidak mengerti bahasa lokal yang para penari gunakan, tapi saya cukup memahami jalan ceritanya. Ini pertempuran antara baik dan buruk, seperti kehidupan ada yang baik dan jahat, yang baik pasti menang," kata Lanlan.
Lanlan mengaku akan menonton lagi pertunjukan ini apabila ada yang mementaskannya di Shanghai. Dia juga menyukai bunyi musik gamelan yang mengiringi pentas Tari Barong. Menurut Lanlan, nuansa misterius yang muncul di Tari Barong menjadi bumbu tersendiri yang membuat tarian ini berbeda dari tarian lainnya.
Tari Barong yang dipentaskan di Sahadewa berlangsung sekali setiap hari. Mulai pentas pada pukul 09.30 Wita dan selesai 1 jam kemudian. Sementara di sore harinya, dipentaskan Tari Kecak yang tak kalah menarik untuk disaksikan.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh