Tak sedikit agen perjalanan yang memberikan diskon besar-besaran tiket pesawat via online. Namun di sisi lain, pelayanan terhadap traveler malah dilupakan.
Pada era digital ini, Online Travel Agent (OTA) milik pelaku usaha lokal maupun luar negeri mulai bermunculan. OTA sering memberikan diskon besar untuk tiket pesawat agar menarik banyak konsumen dan menjadi pesaing berat bagi penjual tiket offline, termasuk yang terdaftar menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Pesawat (Astindo).
Padahal, ada aturan untuk tidak memberikan diskon terlalu besar dengan tujuan menguasai atau merebut pasar. Pendistribusian dan penjualan tiket penerbangan secara online pun masih akan terus berkembang, walaupun dianggap belum punya peraturan yang jelas dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau sedang tidak diskon besar, OTA juga terkadang tetap memberi diskon walau hanya beberapa persen. Menurut Elly, diskon yang tidak signifikan sebaiknya juga jangan terlalu sering diberikan karena belum tentu berpengaruh untuk traveler. Daripada sering memberi diskon tiket yang tidak seberapa, misalnya Rp 30 ribu, lebih baik keuntungan yang sudah ada digunakan untuk memperbaiki pelayanan.
"Kita sedang mengimbau kepada travel agent, jangan sampai gulung tikar karena terlalu banyak memberi diskon. Kadang juga tidak terlalu dinikmati oleh penumpang. Lebih baik memperbaiki service. Sudah saatnya kita melakukan smarter business" jelasnya.
Lalu bagaimana jika ingin memberikan diskon untuk membuat traveler senang? Elly mengatakan diskon boleh saja diberikan, asal besarnya wajar.
"Boleh memberikan diskon. Tapi jangan di bawah harga pasar untuk merebut pasar," imbuh Elly. (shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru