Curhat Turis Asing dengan Yacht yang Melancong ke Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Singapura

Curhat Turis Asing dengan Yacht yang Melancong ke Indonesia

Faela Shafa - detikTravel
Minggu, 08 Nov 2015 09:10 WIB
Curhat Turis Asing dengan Yacht yang Melancong ke Indonesia
Kapal yacht di Singapura (Shafa/detikTravel)
Singapura - Indonesia dikenal memiliki alam bahari nan indah. Tapi butuh usaha dan kesabaran lebih bagi turis asing yang ingin datang ke sini dengan kapal wisata yacht.

"Datang ke Indonesia harus banyak sabarnya, karena bayarnya bisa tak terduga, juga waktu pengurusannya bisa lama sekali," tutur salah satu peserta Sosialisasi Indonesia Destination Update, Vincent di Raffles Marina, Singapura, Sabtu (7/11/2015).

Menurutnya, mengurus perizinan masuk ke Indonesia sebaiknya melalui agen. Agen sendiri merupakan warga lokal yang bisa berbahasa Inggris dan bersedia mengurus data dan dokumen untuk syarat masuk ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kita harus datang ke Imigrasi, Bea Cukai dan kepala dermaga. Mereka berada di gedung berbeda. Kadang, mereka juga bisa istirahat dalam waktu yang sangat lama," lanjut Vincent.

Peserta lain juga mengungkapkan kisah senada. Menurutnya, dahulu begitu sulit untuk menembus Indonesia. Jika ada dokumen yang tidak lengkap, pihak Indonesia bisa menolak kapal untuk masuk ke NKRI.

Hal itu menjadi salah satu kendala kedatangan wisatawan asing ke Indonesia. Padahal, mereka senang menjelajah perairan Indonesia dengan perahu dan yacht.

Dengan hadirnya Peraturan Presiden No 105/2015 yang mengurus tentang kemudahan kapal yang masuk ke Indonesia, kini turis asing tak perlu kuatir lagi. Meski baru dikeluarkan, namun sosialisasi ke dermaga di daerah akan dilaksanakan secepatnya.

Kemudahan lainnya adalah, tidak selamanya wisatawan asing yang datang dengan kapal butuh agen. Jika mengerti bagaimana berhadapan dan bisa berbahasa Indonesia, mereka bisa saja mengurus semuanya sendiri.

"Bisa menggunakan agen jika bingung dan ingin menghemat waktu, namun kalau dirasa bisa mengurus sendiri, boleh saja," tutur mantan Menko Maritim sekaligus Penasehat Kehormatan Kementerian Pariwisata dan Tim Khusus Percepatan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo dalam acara yang sama.

Diharapkan, pengurus di pintu masuk wisata bahari ini bisa bekerja secara profesional dan jujur. Agar wisatawan bisa nyaman dan merasa adil membayar yang memang diperlukan. Hal ini juga bisa membantu perkembangan wisata bahari.

"Inginnya ya, nanti di setiap dermaga dan pelabuhan ada plang isinya peraturan serta harga resmi yang ditetapkan, berserta nomor telepon yang bisa dihubungi jika ada yang tidak beres," ujar Indroyono.

(rdy/arradf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads