"Indonesia pariwisatanya sedang bagus. Singapura turun, Malaysia turun tapi Indonesia tumbuh 4 persen. Sudah 7,2 juta turis datang sampai September," ujarnya dalam pembukaan Dialog Gastronomi Nasional & Peluncuran Destinasi Wisata Kuliner di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2015).
Arief pun menyinggung soal branding, yang mana Indonesia memiliki branding Wonderful Indonesia. Pelan-pelan, dari tahun 2013 brandingnya belum terdengar kini sudah mulai mengaung. Bahkan, sudah bisa dibilang dapat menyaingi Truly Asia-nya Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Arief juga menyinggung soal kemenangan Indonesia di ajang World Halal Travel Awards 2015 bulan Oktober kemarin. Indonesia berhasil menggondol tiga piala dan Malaysia tidak meraih apa-apa.
"Tambah memuaskannya, Malaysia tidak dapat satu pun," katanya.
Untuk memajukan pariwisata Indonesia, Arief menekankan untuk bisa menyaingi negeri tetangga. Patokannya, harus tumbuh lebih tinggi dari market dunia atau tumbuh lebih tinggi dari pesaing yakni Malaysia.
"Kita harus tetapkan target mau ke mana pariwisata Indonesia ini. Saya mau mengalahkan Malaysia, Malaysia itu musuh kita," tegasnya.
Tapi kembali, mengalahkan Malaysia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada promosi jor-joran dan juga pembenahan destinasi-destinasi wisata di Indonesia, dari sarana, fasilitas dan aksesibilitas. Setuju?
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah