Kota Manado ingin menasbihkan diri sebagai destinasi MICE utama di Indonesia. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan bertahun sebelumnya, kini mereka mengaku siap jadi destinasi MICE Indonesia.
Dicanangkannya Manado menjadi kota destinasi MICE di Indonesia sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 2008, saat Manado terpilih menjadi tuan rumah World Ocean Conference yang dihadiri perrwakilan dari 121 negara di dunia, serta menjadi lokasi dibangunnya Gedung Coral Triangle Initiative, sebagai pusat penelitian konservasi terumbu karang di kawasan tersebut.
Hal tersebut dipaparkan oleh Widijanto, Direktur Eksekutif North Sulawesi Tourism Board dalam acara Forum Sulawesi Utara yang bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata. Dalam forum tersebut, Widijanto juga mengungkapkan keunggulan Manado sebagai kota yang ideal untuk penyelenggaraan MICE di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu belum ditambah banyak destinasi wisata yang bisa didatangi oleh wisatawan. Jika ingin diving, ada Bunaken, Siladen dan Lembeh yang menunggu untuk dijelajahi. Untuk wisata religi ada Bukit Kasih di Kawangkoan, Patung Yesus Memberkati, hingga Jalan Salib di Mawahu. Belum lagi keeksotisan hewan Tarsius dan Burung Maleo di Tangkoko yang tidak bisa dijumpai dengan mudah karena sangat langka.
Hal senada juga disampaikan Putu Ngurah, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara. Menurut Putu, Provinsi Sulawesi Utara, terutama Manado punya semua syarat untuk dikembangkan menjadi kota destinasi MICE.
"Saya kira Sulawesi Utara punya potensi luar biasa, tinggal bagaimana kita mempromosikannya. Jangan lupa kata Bapak Menteri: 3A, atraksi, akses, dan amenities. Dari mulai turun bandara, wisatawan harus sudah disuguhi dengan pemandangan dan musik tradisional," ucap Putu.
Terkait akses dan sarana prasarana, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara, Sanny J Parengkuan, mengungkapkan pihak setempat sudah melakukan banyak perbaikan. Mulai tahun depan, landasan pacu Bandara Internasional Sam Ratulangi akan diperpanjang, serta pembangunan Pelabuhan Bintan akan dikebut agar siap menampung wisatawan dengan kapal pesiar dan yacht.
"Ini sudah menjadi komitmen kami karena pariwisata terbukti mampu mensejahterakan masyarakat. Destinasi-destinasi yang terbengkalai akan kita rehabilitasi, Gerakan Sulawesi Utara Menanam, serta Gerakan Bersih Kuala (Sungai) juga akan digalakkan, agar sungai juga bisa jadi objek pariwisata," tutup Sanny.
(rdy/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru