London Marathon adalah salah satu ajang wisata olahraga paling terkenal di dunia. Tahun depan, London Marathon akan digelar pada 24 April.
Ajang marathon tingkat internasional tersebut memberikan ide kepada seorang astronot bernama Tim Peake. Dia adalah astronot pertama asal Inggris yang akan bertugas di International Space Station (ISS). Begitu London Marathon digelar tahun depan, Tim akan ikut berlari menggunakan alat digital virtual-reality experience.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana ini juga dibeberkan Tim kepada sejumlah media massa, antara lain Newsweek dan ABC. Tim akan naik pesawat Soyuz dari markas di Kazakhstan 15 Desember, dan menetap di ISS selama sekitar 6 bulan. Alat digital virtual-reality experience yag dirancang London Marathon Events dan RunSocial berbentuk treadmill, namun dengan tambahan pengaman di bagian pinggang dan bahu.
Tim bukanlah orang pertama yang melakukan marathon di luar angkasa. Sebelumnya yakni pada 2007, astronot NASA bernama Sunita Williams mengikuti Boston Marathon di dalam ISS. Sunita juga menggunakan alat seperti treadmill.
Tentu sulit melakukan lari marathon di dalam stasiun luar angkasa. Oleh karena itu, Tim sudah melakukan berbagai persiapan terutama fisik.
"Saya tidak akan menetapkan rekor apa pun terhadap diri sendiri. Mungkin saya akan berlari sekitar 3,5 sampai 4 jam," paparnya seperti dikutip dari situs berita Newsweek.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah