Tidak hanya wisatawan lokal saja. Pengunjung dari luar daerah juga cukup mendominasi wisatawan di Pantai Pasir Putih Situbondo, Jumat (25/12/2015). Di antaranya sengaja transit dengan tujuan utama pulau Dewata Bali.
"Kami sekeluarga mau ke Bali, cuma menyempatkan mampir di pasir putih. Pantainya di sini cukup bagus, tapi fasilitasnya kurang. Sayang kalau tidak dikembangkan," kata Hendri, pengunjung asal Mojokerto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perahu tradisional (Ghazali/detikTravel)
Di tengah pantai, para pengunjung tidak hanya dimanjakan dengan keindahan taman terumbu karang bawah laut. Tetapi juga bisa menikmati eloknya pemandangan alam pegunungan, yang ada di sisi Pantai Pasir Putih.
"Kalau pantainya memang indah, tapi kenapa ya kok kayaknya susah berkembang. Fasilitasnya saja kalah lengkap sama tempat-tempat wisata pantai di kabupaten lain. Misalnya, di sini tidak ada fasilitas speed boad untuk pengunjung," ketus Imamuddin, pengunjung asal Probolinggo.
Tak hanya itu. Keindahan Pantai Pasir Putih Situbondo juga dinilai terganggu dengan sarana parkir kendaraan yang dinilai kurang memadai. Sehingga banyak kendaraan roda empat yang parkirnya terkesan sembarangan. Sampah di beberapa tempat juga dinilai masih banyak.
"Tim resque-nya juga terbatas. Padahal ini bisa dikembangkan agar bisa promosi wisata di level internasional. Kalau sekarang menurut saya masih kurang layak," sambung Imamuddin.
Pantainya dinilai wisatawan harus dikembangkan (Ghazali/detikTravel)
Direktur Perusda Pasir Putih Situbondo, Danial Maulana mengatakan, jika memasuki libur Natal dan Tahun Baru angka pengujung Pasir Putih memang mengalami lonjakan signifikan dibanding hari-hari biasa. Jumlah pengunjung itu dipastikan akan terus meningkat hingga perayaan tahun baru mendatang.
"Kalau soal fasilitas, saya kira kami sudah terus berbenah. Tentu semua tidak bisa langsung selesai sekaligus, tapi butuh proses. Lihat saja, sekarang ada tampilan peremajaan pada wajah depan Pasir Putih," tandas Danial Maulana.
Meski begitu, Daniel menegaskan, banyak pertimbangan untuk menambah fasilitas bermain di Pantai Pasir Putih. Salah satunya, adalah kekhawatiran mengganggu penghasilan warga sekitar, yang selama ini menyandarkan kehidupan ekonominya di wisata Pasir Putih. Sehingga penambahan fasilitas tidak justru mengganggu penghasilan masyarakat sekitar.
"Yang jelas, upaya pengembangan terus dilakukan, tapi Pasir Putih tetap ingin menjadi dirinya sendiri. Tim resque kita juga punya, termasuk anggota yang punya keahlian diving. Bahkan kita telah kerja sama dengan Polair juga," pungkas Danial Maulana.
(Ghazali/detikTravel)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru