Pariwisata Bergantung Citra Negaranya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata Bergantung Citra Negaranya

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 30 Des 2015 19:05 WIB
Pariwisata Bergantung Citra Negaranya
(Afif/detikTravel)
Jakarta - Ujung tombak destinasi wisata adalah citra negaranya sendiri. Kalau destinasinya bagus, tapi citra negaranya buruk, sama saja bohong.

"Ada namanya country branding dan tourism branding, yang mana angkanya 54 berbanding 46 untuk suatu destinasi pariwisata," kata Menpar Arief Yahya, dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Arief mencontohkan sesimpel ini, ada satu tempat di Jakarta yang terkenal rawan kejahatan dan sarangnya para preman. Tapi di sana, ada tempat makan soto yang enak dan legendaris. Maukah turis mampir ke sana? Jawabannya pasti tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya kan sama seperti suatu negara yang punya destinasi bagus, indah dan ajaib. Tapi kalau misalnya, maaf ya, di sana sarangnya teroris, pasti turis nggak mau ke sana," paparnya.

Maka dari itu, citra suatu negara adalah hal yang paling pertama dilihat oleh turis. Indonesia pun harus harus dituntut untuk memiliki citra yang baik terhadap turis, baik dari destinasi yang bersih, mudah dijangkau dan tentu saja soal kenyamanan serta kenyamanan berlibur.

"Kita harus memberikan kualitas yang baik," tutup Arief.

(aff/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads