Di berbagai daerah di Indonesia, lambat laun tumbuh komunitas yang peduli dengan kebersihan dan membersihkan sampah di tempat wisata, baik di atas gunung atau di taman kota. Sesuatu yang patut ditiru dan dipuji oleh Kementerian Pariwisata.
"Sekarang sudah banyak semacam komunitas yang sadar wisata, terutama mereka yang membersihkan sampah-sampah di tempat wisata. Itu bagus," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty kepada detikTravel di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu petang (30/12/2015) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi, ketika dirinya juga sempat pelesiran ke Bromo. Esthy lagi-lagi menyayangkan kalau banyak sampah juga yang berceceran di sana dan merusak pemandangan.
"Susah juga mengontrolnya (wisatawan yang membuang sampah sembarangan-red), apalagi jika masuk dalam kawasan taman nasional atau di gunung seperti itu," keluhnya.
Esthy berpesan, alangkah baiknya jika pengelola tempat-tempat wisata menggandeng para komunitas yang peduli dengan kebersihan dan sampah. Penyediaan tempat-tempat sampah di tempat wisata pun harus kembali digalakan.
"Alangkah baiknya ada banyak tempat sampah dan menggandeng komunitas-komunitas tersebut. Kita bikin kesadaran wisata bersama-sama," tutupnya.
Angkat jempol untuk para komunitas traveler peduli sampah!
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah