Kejadian ini langsung menjadi pemberitaan beberapa media, seperti The Local Italia serta Daily Mail Inggris. Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Senin (4/1/2016) kedua turis ini menerbangkan drone karena hendak mengabadikan suasana liburan Basilika St Petrus, serta di sekitar Sungai Tiber.
2 Turis Israel yang tidak disebutkan identitasnya ini terlihat oleh pihak Kepolisian Italia sedang menerbangkan drone di sekitar Jembatan Umberto, Roma saat suasana sedang padat oleh turis yang sedang liburan. Mereka langsung diamankan pihak Kepolisian Roma berikut barang bukti sebuah drone dengan kamera beresolusi tinggi, juga remote kontrolnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Drone yang terbang diamankan (dok. Kepolisian Roma)
Saat ditangkap polisi, kebetulan salah satu dari turis tersebut sedang memegang remote control drone. Keduanya pun tak bisa mengelak, dan terancam atas tuduhan melanggar larangan menerbangkan drone di kawasan terlarang. Hukuman pidana pun menanti kedua turis pria ini.
Kawasan Vatikan dan sekitarnya memang termasuk ke dalam wilayah terlarang, tidak ada drone yang diizinkan untuk terbang di atas kota suci bagi umat Katolik ini. Larangan ini memang diberlakukan demi alasan keamanan, agar mencegah serangan teroris atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.
Kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada tahun 2014 seorang turis berusia 24 tahun yang juga berasal dari Israel ditangkap Kepolisian Paris akibat menerbangkan drone di atas kawasan Katedral Notre Dame. Jangan ditiru ya traveler!
Remote kontrol drone (dok. Kepolisian Roma)
(wsw/sst)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama