Dilansir CNN Travel, Kamis (7/1/2016) sayangnya turis tersebut tidak diketahui siapa namanya dan berasal dari mana. Jadi begini, turis tersebut diketahui sedang berjalan-jalan di Taman Nasional Kruger. Destinasi paling tersohor di Afrika Selatan, yang menampilkan kehidupan satwa liar dan tempatnya wisata safari.
Ketika itu, turis tersebut melihat satu singa yang kondisinya tidak baik di pinggir jalan. Jalannya lemah, kelihatannya sakit. Dia tambah terkejut, ketika melihat leher singanya terdapat bekas jeratan sampai terlihat merah dan berdarah-darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Postingan foto si turis tersebut (Twitter)
Tak butuh waktu lama, kabarnya akhirnya sampai juga ke telinga pihak Taman Nasional Kruger. Mereka pun langsung bergerak ke lapangan dan menemukan singa yang terluka itu. Tim medis pun langsung mengobatinya.
"Sosial media sangat penting dalam hal ini. Kami mendapat informasi dari mana-mana, seperti Facebook yang akhrinya kami langsung bergerak dan menemukan singa ini," tutur Managing Executive Taman Nasional Kruger, Glenn Phillips.
Phillips menambahkan, bekas jeratan pada singa itu adalah dari para pemburu ilegal. Jeratannya sangat kuat, sehingga meninggalkan bekas yang jelas terlihat dan sampai menyobek kulit. Sungguh kasihan.
"Kulit permukaan (lehernya) hancur, tapi jaringan kulit di dalamnya masih utuh. Singa ini benar-benar beruntung karena masih bisa hidup dan melarikan diri. Biasanya, kalau sudah terjerat di leher, akan sulit untuk kabur. Ini benar-bener perburuan yang brutal terhadap satwa di Taman Nasional Kruger," papar Phillips.
Tim medis dari Taman Nasional Kruger sudah memberikan pertolongan, mengobatinya dan memberi makan. Kabar terakhir, singa itu sudah kembali sehat dan tak butuh waktu lama, agar lehernya kembali sembuh.
Singanya yang sudah kembali sehat (Kruger National Park)
Namun, siapakah turis yang pertama kali melihatnya dan memposting di sosial media? Ini yang masih jadi pertanyaan. detikTravel coba melakukan penelusuran, hingga dapat akun Facebook bernama Bushbaby Adventures Tours, Curios & Photography.
Dalam foto yang diposting di laman Facebook itu, terlihat foto-foto tim medis yang sedang mengobati singa dan beberapa foto luka-lukanya dari dekat. Tertulis, menyebut nama Don sebagai orang yang mengobatinya. Tapi tentu, bukan si turis itu.
Pun begitu di Twitter, foto-fotonya sudah di-retweet dengan banyak akun sehingga sulit mencari siapa turis itu. Yang pasti, dari postingan foto-foto di berbagai sosial media, pujian mengalir untuk turis yang tiddak diketahui namanya tersebut.
Banyak yang mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi tindakannya. Sesuatu yang patut dicontoh oleh turis-turis lainnya, dengan menjadi turis yang lebih peka terhadap lingkungan dan peduli dengan apa yang terjadi di depan mata.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran