Tahun 2016, Kemenpar Targetkan 1,5 Juta Wisman ke NTB

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tahun 2016, Kemenpar Targetkan 1,5 Juta Wisman ke NTB

Kurnia Yustiana - detikTravel
Senin, 11 Jan 2016 19:15 WIB
Tahun 2016, Kemenpar Targetkan 1,5 Juta Wisman ke NTB
Menpar Arief Yahya (Kurnia/detikTravel)
Jakarta -

Seiring meningkatnya target kunjungan wisman ke Indonesia tahun 2016, target kunjungan wisman di NTB pun dinaikkan. Kemenpar membidik 1,5 juta wisman datang ke NTB tahun ini.

"Lombok naik 50%. Dari 1 juta jadi 1,5 juta (target kunjungan wisman)," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Jumpa Pers dan Launching Festival Pesona Tambora di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (11/1/2016).

Ia mengatakan bahwa target kunjungan wisnus untuk NTB, yang meliputi Lombok dan Sumbawa, sama dengan target wisman, yaitu 1,5 juta. Jadi diharapkan total kunjungan wisman dan wisnus di NTB tahun 2016 mencapai angka 3 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar target ini tercapai, tentunya ada berbagai hal yang harus dilakukan. Seperti membuat Lombok menjadi destinasi utama, tak kalah dengan Bali.

"80% lombok hanya second destination, main destination Bali. Jika ingin jadi main destination maka harus punya positioning sendiri. Positioning kita adalah Halal Tourism. Itu sudah kita tetapkan, akan kita promosikan besar-besaran," jelas Arief.

Selain itu, Menpar Arief juga menyarankan agar Lombok bisa memanfaatkan kebijakan bebas visa bagi turis mancanegara yang datang ke Tanah Air. Begitu pula dengan kebijakan perizinan untuk kapal yacht yang kini sudah semakin simpel, serta embarkasi dan disembarkasi kapal pesiar.

Kemenpar juga akan memberikan bantuan kepada Pemerintah NTB dalam hal pemasaran, destinasi dan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk pemasaran, Kemenpar akan membantu tuga event nasional di NTB, seperti Festival Pesona Tambora dan Hari Pers Nasional. Untuk destinasi, ada banyak hal yang akan ditingkatkan.

"Yang pertama kawasan Mandalika. Yang kedua penerbangan, yang jadi salah satu kelemahan itu penerbangan. Kemudian, Lombok Negeri Seribu Masjid, Kemenpar akan membantu membuat lighting yang indah di 5 masjid. Kalau lighting bagus akan luar biasa," papar Arief.

Satu hal lagi yang cukup penting adalah pemandu wisata. Dalam hal ini Kemenpar akan membantu meningkatkan jumlah pemandu wisata yang bisa berbahasa asing.

"Menciptakan guide berbahasa Arab dan bahasa China. Bahasa China tidak mudah, kalau di training setahun nggak akan bisa jadi akan di balik. Orang yang bisa bahasa China akan diajari jadi guide," jelasnya.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads