Sepasang traveler asal Australia telah berkelana selama 7 tahun keliling Asia dan Amerika Latin. Tak heran jika blog, Instagram dan aneka sosial media mereka begitu mengagumkan dan bikin iri. Padahal, kenyataan sehari-harinya tak selamanya indah.
(CNN) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Salem, berkeliling dunia bersama pasangan selama bertahun-tahun bukanlah liburan tanpa akhir. Namun lebih kepada bagaimana mereka berjuang untuk tetap bisa berkeliling bersama, tanpa kehabisan dana, dan juga tanpa kehilangan cinta di antara mereka.
Semakin ke sini, Salem dan Alesh merasa lebih mudah marah. Hal sepele pun bisa dipermasalahkan selama seharian. Salem yang tadinya begitu peduli dengan pasangannya, jadi tidak peduli karena malas bertengkar karena hal kecil.
Di tahun ketujuh mereka traveling, akhirnya bom waktu meledak. Mereka berpisah untuk sementara waktu. Alesh memilih pulang ke Australia sementara Salem tetap di Eropa.
Menurut Salem, tidak banyak pasangan traveler yang berani mengatakan kenyataan di balik foto senyum dengan latar belakang indah. Padahal, pertengkaran dalam kehidupan berpasangan memang wajar adanya.
Dari sana, mereka belajar untuk menjadi lebih realistis. Tak selamanya blog mereka berisi semua yang indah tentang destinasi yang dikunjungi. Tapi juga tentang bagaimana mereka bertahan untuk tetap bersama.
(CNN) |
Mereka masih saling mencintai. Perpisahan itu hanya sementara karena akhir Januari 2016 ini, Salem berencana bertemu Alesh di Turki untuk melanjutkan keliling dunia berdua.
Siap keliling dunia bersama pasangan? (shf/fay)












































(CNN)
(CNN)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru