Kekaguman tidak dapat disembunyikan oleh para Dubes ASEAN di Myanmar yang tengah datang ke Bali dalam rangka Famtrip. Bagaimana tidak, patung GWK yang masih dalam proses penyelesaian memang berukuran besar dan megah. Maka tidak heran jika para Dubes dibuat kagum akan kemegahannya saat berkunjung hari ini, Rabu (13/1/2016).
Dipandu langsung oleh Nyoman Nuarta yang merupakan tokoh di balik GWK, para Dubes ASEAN diajak berkeliling komplek. Pertama kali mereka melihat pertunjukan tari Bali di bagian amphitheater. Tapi tidak hanya menonton, istri dari Dubes Vietnam untuk Myanmar juga sempat ditarik ke atas panggung dan diajak menari oleh sang penampil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela kunjungan, Nyoman Nuarta juga mengajak para Dubes untuk mengenal GWK. Ia pun menunjuk patung Garuda yang tengah dikerjakan dan sudah disusun tiga tingkat. Selain menjelaskan GWK secara detil, sesekali Nyoman juga melontarkan pernyataan yang mengundang tawa.
"No money no work," canda Nyoman di hadapan para Dubes yang disambut oleh tawa.
![]() |
Pembangunan Patung GWK memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selama ini Nyoman membangun GWK menggunakan uangnya sendiri, sebelum akhirnya proyek tersebut diakuisisi oleh salah satu perusahaan pengembang properti demi selesainya proyek tersebut.
Acara foto-foto pun terus dilanjutkan hingga di depan Plaza Garuda. Bedanya, para istri Dubes terpaksa tidak bergabung akibat teriknya sinar matahari. Sesekali para Dubes meledek para istrinya untuk bergabung dan berfoto bersama.
"Madam, tolong datang ke mari," canda Dubes Vietnam untuk Myanmar, Pham Thanh Dung yang disambut oleh tawa para Dubes lain.
Setelah berfoto di depan patung Wishnu dan Garuda, para Dubes pun sempat menonton film animasi yang diputar di ruang theater. Kemudian para Dubes kembali ke hotel dan dilepas oleh Nyoman Nuarta. Pengalaman tersebut pastinya terasa berkesan bagi para Dubes sekaligus menjadi ajang promosi wisata Bali. (sst/sst)













































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar