Pizza & Sate Kelor Ramaikan Momen Gerhana Matahari di Palu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Gerhana 2016

Pizza & Sate Kelor Ramaikan Momen Gerhana Matahari di Palu

Faela Shafa - detikTravel
Senin, 15 Feb 2016 12:10 WIB
Pizza & Sate Kelor Ramaikan Momen Gerhana Matahari di Palu
Foto: Zaki Alfarabi
Palu - Menghabiskan momen Gerhana Matahari Total 2016 di Palu jangan lupa menjajal makanan khasnya. Di Festival Kuliner Kelor, ada sate dan pizza dari kelor!

Sulawesi Tengah semangat menyambut Gerhana Matahari Total (GMT), yang melintasi daratan 12 provinsi itu. Beragam acara digelar. Salah satunya gelar kuliner khas daerah berbahan dasar kelor.

Dari rilis yang diterima detikTravel, Senin (15/2/2016), Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sulawesi Tengah Norma Mardjanu mengatakan, ada 60 jenis kuliner yang akan digelar pada puncak pelaksanaan Festival GMT di pelataran TVRI Sulteng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Evennya kami beri nama Festival Kuliner Kelor. Itu terdiri dari 60 jenis masakan kelor," kata Norma Mardjanu.

Disparekraf Sulteng tak sendirian. Asosiasi Pramusaji Indonesia (APSAJI) Sulteng ikut digandeng. Dan menu andalan yang akan disajikan adalah sate kelor dan pizza kelor.

"Itu khas Sulawesi Tengah. Dijamin nikmat," terangnya.

Kelor adalah pohon yang diambil daunnya untuk dimasak. Kuliner yang satu ini jadi khas di Sulawesi Tengah.

Selain kelor, ada juga kuliner khas lainnya seperti bau tunu, kue tetu, kue cucur, kue bingka, dus sole, uta dada dan kalode. Semua makanan itu juga akan disajikan di halaman TVRI Sulteng.

"Kuliner dan gastronomi adalah karya budaya yang menginduk pada pariwisata. Orang berwisata ke Indonesia itu, 60 persen menikmati kehangatan," jelas Menpar Arief Yahya dalam rilis.

Karena itu, wajar jika di benak orang, untuk berkunjung di satu lokasi wisata itu menanyakan apa makanan khasnya? Jogja dengan nasi gudeg, Solo nasi liwet, Madiun pecel, Surabaya rawon, Bandung batagor, Semarang lumpia, Pati nasi gandul, Wonosobo mie ongklok, Magelang tahu gejrot, Palembang empek-empek, Pekanbaru Ikan baung, Manado ikan rica rica, Makasar coto dan konro, Lombok ayam taliwang, Bali ayam betutu, Pekalongan nasi megono dan sebagainya.

"Kita kaya kuliner," ungkap Arief Yahya.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads