Sulawesi Tengah semangat menyambut Gerhana Matahari Total (GMT), yang melintasi daratan 12 provinsi itu. Beragam acara digelar. Salah satunya gelar kuliner khas daerah berbahan dasar kelor.
Dari rilis yang diterima detikTravel, Senin (15/2/2016), Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sulawesi Tengah Norma Mardjanu mengatakan, ada 60 jenis kuliner yang akan digelar pada puncak pelaksanaan Festival GMT di pelataran TVRI Sulteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disparekraf Sulteng tak sendirian. Asosiasi Pramusaji Indonesia (APSAJI) Sulteng ikut digandeng. Dan menu andalan yang akan disajikan adalah sate kelor dan pizza kelor.
"Itu khas Sulawesi Tengah. Dijamin nikmat," terangnya.
Kelor adalah pohon yang diambil daunnya untuk dimasak. Kuliner yang satu ini jadi khas di Sulawesi Tengah.
Selain kelor, ada juga kuliner khas lainnya seperti bau tunu, kue tetu, kue cucur, kue bingka, dus sole, uta dada dan kalode. Semua makanan itu juga akan disajikan di halaman TVRI Sulteng.
"Kuliner dan gastronomi adalah karya budaya yang menginduk pada pariwisata. Orang berwisata ke Indonesia itu, 60 persen menikmati kehangatan," jelas Menpar Arief Yahya dalam rilis.
Karena itu, wajar jika di benak orang, untuk berkunjung di satu lokasi wisata itu menanyakan apa makanan khasnya? Jogja dengan nasi gudeg, Solo nasi liwet, Madiun pecel, Surabaya rawon, Bandung batagor, Semarang lumpia, Pati nasi gandul, Wonosobo mie ongklok, Magelang tahu gejrot, Palembang empek-empek, Pekanbaru Ikan baung, Manado ikan rica rica, Makasar coto dan konro, Lombok ayam taliwang, Bali ayam betutu, Pekalongan nasi megono dan sebagainya.
"Kita kaya kuliner," ungkap Arief Yahya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama