Setelah ajang GMTI selesai diluncurkan, Kementerian Pariwisata mulai menyusun target. Targetnya yaitu menjadi negara muslim terbaik untuk wisata halal di tahun 2019.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memberi sambutan dalam acara peluncuran Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016. Bertempat di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin Jakarta, Arief menyebut 3 target utama yang harus dicapai kementerian yang dipimpinnya sampai tahun 2019.
"Targetnya tentu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan muslim dari 2 juta orang, menjadi 5 juta orang di tahun 2019. Kenapa 5 juta? kalau hanya naik ke 4 juta, dari target besarnya 20 juta wisman, itu hanya 20 persennya, berarti tidak naik itu. Target harus lebih tinggi dari 20%," ujar Arief kepada wartawan, Rabu (23/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target terakhir tentu saja menjadi negara yang terbaik untuk dikunjungi traveler muslim, menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dikeluarkan oleh Crescent Rating bekerja sama dengan Master Card. Menjadi yang terbaik berarti memberi bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar serius melirik potensi wisata halal dari seluruh penjuru dunia.
"2015 di peringkat 6, target 2019 jadi peringkat 1, at any cost. Anda bisa suka tidak suka, tetapi gunakanlah standar yang sudah ada dan di acknowledge oleh dunia global. Bertingkah lakulah sebagaimana yang dinilai," tutup Arief.
(wsw/shf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama