Siapkan SDM Berkualitas, Kemenpar Gelar Rakornas SMK Pariwisata Se-Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Siapkan SDM Berkualitas, Kemenpar Gelar Rakornas SMK Pariwisata Se-Indonesia

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Rabu, 30 Mar 2016 18:05 WIB
Siapkan SDM Berkualitas, Kemenpar Gelar Rakornas SMK Pariwisata Se-Indonesia
Petugas informasi wisata di Bali (Gede/detikTravel)
Batam - Demi SDM pariwisata yang berkualitas, Kemenpar menggelar Rakornas SMK Pariwisata Se-Indonesia. Acara ini juga dalam rangka menyambut persaingan di tingkat MEA.

Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia ini digelar karena sudah menjadi komitmen bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, untuk menyiapkan SDM pariwisata berkualitas, dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dalam rilis pers yang diterima detikTravel, Rabu (30/3/2016), Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata, Ahman Sya, mengatakan acara rakornas ini akan membahas sejumlah agenda utama seputar komitmen para stakeholder, khususnya lembaga pendidikan dalam mencetak SDM pariwisata berkualitas agar mampu bersaing di pasar kerja era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona (keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan) bagi SDM pariwisata sebagai kunci utama dalam menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan dalam rangka peningkatan daya saing," ujar Ahman Sya.

Rakornas mengangkat tema 'Peningkatan Kualitas dan Daya Saing lulusan SMK Pariwisata di era Masyarakat Ekonomi ASEAN'. Acara tersebut digelar di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau dari tanggal 30 Mei hingga 1 April.

Kemenpar memang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35.000 tenaga kerja sektor pariwisata.

"Angka ini mengalami kenaikan 100% dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja," kata Ahman Sya.

Selain itu, Kemenpar juga melakukan program kegiatan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan.

Tahun 2015 daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada di ranking 5 di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina, sedangkan di tingkat dunia berada di rangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura di ranking 3 dan Filipina di ranking 42 dunia.

Menurut Deputi BPKK Ahman Sya, dalam upaya meningkatkan daya saing, sejumlah kelemahan SDM pariwisata kita harus diperbaiki terutama dalam hal penguasaan bahasa Inggris.

"SDM pariwisata kita masih lemah dalam tiga hal yakni penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi (IT), maupun manajerial. Untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita, tiga hal ini menjadi fokus perhatian," terang Ahman Sya.

Menurut Ahman Sya, Rakornas SMK Pariwisata ini akan mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan. Tenaga kerja pariwisata Indonesia diharapkan akan mudah mengisi peluang kerja di sektor pariwisata khususnya untuk 38 job titles yang telah disepakati bersama dalam Mutual Recognation Arrangement (MRA) Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia di Batam akan diikuti oleh 400 peserta dari perwakilan SMK Pariwisata seluruh Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan pengembangan SDM. Diharapkan dari Rakornas ini akan meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi sesuai dengan standar MRA ASEAN.

Pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar. Tahun ini target Kementerian Pariwisata Indonesia adalah mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus, yang akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

(wsw/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads