3 Jurus Agar SDM Pariwisata Indonesia Unggul Lawan Negara Lain

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

3 Jurus Agar SDM Pariwisata Indonesia Unggul Lawan Negara Lain

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Kamis, 31 Mar 2016 09:10 WIB
3 Jurus Agar SDM Pariwisata Indonesia Unggul Lawan Negara Lain
Ahman Sya saat memberi sambutan di acara Rakornas SMK Pariwisata Se Indonesia (Wahyu/detikTravel)
Batam - Rakornas SMK Pariwisata Se-Indonesia digelar di Batam. Ada 3 langkah nyata yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata Indonesia.

3 Langkah konkret ini diterangkan oleh Prof Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata. Dalam jumpa pers yang berlangsung di Hotel Harmoni One, Batam Rabu (30/3/2016) malam, Ahman Sya menuturkan pentingnya membangun komitmen bersama antar stakeholder yang bertanggung jawab untuk memajukan SDM pariwisata di Indonesia.

"Kami ingin membangun komitmen bersama untuk mendorong kesuksesan pembangunan SDM pariwisata Indonesia melalui SMK Pariwisata. Kita akan monitoring dan evaluasi terus, kalau tidak commited, tahun depan kita tidak akan undang lagi. Ini serius, kami hanya mengundang SMK Pariwisata yang terakreditasi A. Ini akan jadi motivasi untuk SMK lain agar meningkatkan kualitas," ujar Ahman Sya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain memacu kompetisi antar SMK Pariwisata agar meningkatkan kualitas yaitu memiliki akreditasi A, langkah kedua yang bisa ditempuh adalah dengan memperbaiki kurikulum berbasis kompetensi yang berlaku untuk SMK Pariwisata. Nantinya kurikulum ini akan selalu diupdate untuk menyesuaikan dengan kebutuhan setiap tahunnya.

"Kami dari Kementerian Pariwisata yang akan mengupdate kurikulumnya. Kami yang isi kontennya, menambah kontennya kami juga yang kan bertanggung jawab. Bukannya sombong atau bagaimana, tidak bisa kurikulum SMK Pariwisata disusun sama yang tidak paham pariwisata," tegas Ahman Sya.

Selain itu, SMK Pariwisata di Indonesia akan didorong memiliki Lembaga Sertifikasi sendiri sehingga begitu lulus, anak didiknya selain menerima ijazah akan menerima sertifikat keahlian yang standarnya diakui di tingkat ASEAN. Ke depannya, tidak boleh ada lulusan SMK Pariwisata yang menganggur, yang ada hanyalah lulusan SMK Pariwisata yang terampil dan memiliki skill tinggi.

Terobosan berikutnya adalah soal pembangunan Akademi Komunitas Pariwisata di 10 daerah prioritas pembangunan pariwisata Indonesia seperti di Danau Toba, Bromo, Borobudur, Wakatobi, Raja Ampat dan yang lainnya. Akademi berbasis komunitas ini setara dengan pendidikan D1 dan DII.

"Misalnya Akademi Komunitas di Wakatobi, mereka butuhnya SDM untuk wisata selam. Ya kita bentuk Akademi Komunits Wisata Selam Wakatobi, daerah lain juga begitu, disesuaikan dengan kebutuhan. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah juga mau bangun SMK Pariwisata Unggulan, itu starting point yang bagus untuk kita," ungkap Ahman Sya.

Ferdiansyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata turut memberikan masukan. Ferdi berharap program ini tidak hanya berlangsung dalam hitungan tahun saja, namun terus berkelanjutan di masa depan.

"Kami berharap ini bisa berlanjut dan tidak berhenti. Tidak hanya pada tahun ini saja, idealnya seluruh SMK terlibat dalam program ini," tutup Ferdi.

(rdy/arradf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads