Devisa Wisata Bahari Ditargetkan Naik 4 Kali Lipat Pada 2019

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Devisa Wisata Bahari Ditargetkan Naik 4 Kali Lipat Pada 2019

Kurnia Yustiana - detikTravel
Kamis, 31 Mar 2016 13:10 WIB
Devisa Wisata Bahari Ditargetkan Naik 4 Kali Lipat Pada 2019
Suasana acara IDBF (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Wisata bahari Tanah Air akan terus dikembangkan. Devisa dari sektor wisata bahari Indonesia pun ditargetkan meningkatkan 4 kali lipat di tahun 2019.

Dalam sambutannya di acara Indonesia Dive Business Forum (IDBF) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (31/1/2016), Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa total devisa dari sektor pariwisata adalah USD 10 miliar (Rp 133 triliun).

Sedangkan dari sektor wisata bahari menyumbang 10% yaitu USD 1 miliar (Rp 13,3 triliun). Angka ini pun ditargetkan untuk dapat meningkat hingga USD 4 miliar (Rp 53,2 triliun).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau devisa total dari 10 jadi 20 miliar dollar, lalu untuk wisata bahari dari 1 miliar menjadi 4 miliar dolar. Naiknya 4 kali lipat sampai 2019," kata Arief.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, besar devisa ini masih kalah jauh. Padahal alam Indonesia potensi wisatanya tak kalah dengan Malaysia.

"Malaysia itu 8 miliar dollar, seperdelapan Malaysia. Oleh karenanya targetnya kita akselerasi. Kalau tiga tantangan besar itu regulasi, infrastruktur, marketing," tuturnya.

Berbagai strategi pun dilakukan untuk menghadapi tantangan dan terus meningkatkan jumlah devisa dari sektor wisata bahari. "Promosi besar-besaran sudah mulai, selling mengikuti beberapa acara internasional, pengambangan destinasi top ten buat diving," kata Arief.

(rdy/arradf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads