Dalam sambutannya di acara Indonesia Dive Business Forum (IDBF) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (31/1/2016), Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa total devisa dari sektor pariwisata adalah USD 10 miliar (Rp 133 triliun).
Sedangkan dari sektor wisata bahari menyumbang 10% yaitu USD 1 miliar (Rp 13,3 triliun). Angka ini pun ditargetkan untuk dapat meningkat hingga USD 4 miliar (Rp 53,2 triliun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan dengan Malaysia, besar devisa ini masih kalah jauh. Padahal alam Indonesia potensi wisatanya tak kalah dengan Malaysia.
"Malaysia itu 8 miliar dollar, seperdelapan Malaysia. Oleh karenanya targetnya kita akselerasi. Kalau tiga tantangan besar itu regulasi, infrastruktur, marketing," tuturnya.
Berbagai strategi pun dilakukan untuk menghadapi tantangan dan terus meningkatkan jumlah devisa dari sektor wisata bahari. "Promosi besar-besaran sudah mulai, selling mengikuti beberapa acara internasional, pengambangan destinasi top ten buat diving," kata Arief.
(rdy/arradf)










































