Indonesia Jual Dunia Bawah Laut ke Turis Jepang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Indonesia Jual Dunia Bawah Laut ke Turis Jepang

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 13 Apr 2016 07:50 WIB
Indonesia Jual Dunia Bawah Laut ke Turis Jepang
Diving bersama penyu di Derawan (Thinkstock)
Jakarta - Untuk turis Jepang, Kemenpar punya strategi khusus. Dunia bawah laut dari Bunaken sampai Raja Ampat ditawarkan, karena mereka suka menyelam.

Dari rilis Kemenpar yang diterima detikTravel, Rabu (13/4/2016) Kemenpar bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo serta didukung oleh Visit Indonesia Tourism Office (VITO) Jepang menggelar Sales Mission Diving Japan 2016. Suatu perhelatan untuk promosi 10 destinasi wisata selam unggulan Indonesia kepada masyarakat Jepang di tiga kota yaitu Tokyo, Nagoya dan Hiroshima pada tanggal 4-8 April 2016 kemarin.

"Sales Mission Diving Jepang 2016 akan memfasilitasi pertemuan bisnis antara 10 pelaku industri wisata selam Indonesia sebagai pihak seller dengan pihak buyer industri pariwisata Jepang dalam sebuah forum Table Top yang diselenggarakan di Tokyo, Nagoya dan Hiroshima. Diharapkan terjadi transaksi bisnis yang signifikan dari pertemuan ini," ujar Direktur Promosi Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perhelatan tersebut pun merupakan upaya strategis untuk menarik hingga 600 ribu turis Jepang ke Indonesia. Mengapa dunia bawah laut yang ditawarkan? Jawabannya adalah orang Jepang suka menyelam.


(dok. Kemenpar)

"Perhelatan ini jadi promosi yang tepat karena hampir 40 % wisatawan Jepang yang mengunjungi Indonesia begitu tertarik dengan wisata kelautan, termasuk wisata selam yang dimiliki oleh Indonesia," kata Yusron Ihza Mahendra, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang.

Beberapa destinasi selam yang ditawarkan yakni Raja Ampat, Pulau Komodo, Derawan, Togean, Wakatobi, Gili Air dan Bunaken. John E Sidjabat, salah satu pakar wisata selam turut berpendapat, aktivitas selam di Indonesia amat digemari oleh turis mancanegara termasuk turis asal Jepang. Sebabnya, diving atau menyelam di Indonesia bisa dilakukan sepanjang tahun.

Dalam catatan Kemenpar, kini sudah terdapat 400 operator wisata selam di Indonesia. Pihak tur operator bersama Kemenpar, memastikan untuk menjunjung kualitas berstandar global dan punya standar keamanan yang tinggi. Tentunya makin nyaman dan aman untuk turis, serta tetap menjaga kelestarian laut Indonesia.

(rdy/arradf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads