Kejadian ini diberitakan berbagai media Italia, seperti Secolo d'Italia hingga The Local. Dari informasi yang dikumpulkan detikTravel, Selasa (3/5/2016), turis yang tidak disebutkan namanya ini berasal dari Arab Saudi. Wanita tersebut datang ingin berkunjung ke The Civic Museum Eremitani di Padua, Italia bersama suaminya.
Museum cukup populer dan banyak turis yang berkunjung ke sana hampir setiap harinya. Tapi ketika akan masuk ke museum, para staf melarang sang turis yang bercadar itu untuk melangkah lebih jauh ke dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama dengan staf museum, polisi itu melarangnya masuk dan lagi-lagi meminta sang turis untuk menunjukkan wajah agar bisa benar-benar dicek identitasnya. Tak lama kemudian wanita tersebut setuju membuka cadar untuk diidentifikasi dan diperbolehkan masuk ke museum. Tapi akhirnya ia dan suaminya memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke tempat yang memajang aneka karya seni terkenal itu.
Hukum di Italia sebenarnya memang tidak melarang wanita untuk menggunakan cadar. Tapi sejak tahun 1975 ada larangan untuk berjalan di ruang publik dengan wajah yang ditutupi. Misalnya saja menutupi wajah dengan syal tanpa alasan yang jelas.
Pemerintah Italia tampaknya juga makin memperketat pemeriksaan di aneka objek wisata, seiring dengan berbagai teror yang belakangan ini terjadi di Eropa. (krn/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru