Arief menjelaskan, sejak hari pertama hingga ketiga masa libur panjang pekan ini, tingkat hunian (okupansi) hotel di seluruh daerah di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. "Semua hotel full. Berarti kita berhasil. Kelebihan Indonesia, domestik marketnya kuat, ya itu terbukti," kata Arief usai menghadiri acara Asia Tourism Forum di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (7/5/2016).
Dia mengaku mendapat laporan dari seluruh provinsi di Indonesia soal okupansi hotel bertepatan long weekend lantaran danya hari raya keagamaan dan libur reguler pada pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Arief tidak mengetahui persis data dan jumlah rinci pergerakan nominal duit perihal okupansi hunian hotel di Indonesia. Dia hanya memastikan berkaitan libur panjang saat ini berdampak positif terhadap pendapatan bisnis untuk sektor hunian komersial seperti hotel sebagai penunjang pariwisata.
"Dampak ekonominya linier. Kira-kira (meningkat) empat puluh persen dari biasanya. Kalau bandara kan kenaikannya empat puluh persen, terus kereta api saat hari pertama saja dua puluh persen," tutur Arief.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama