Dua Ribu Sepeda Kuno Akan Ramaikan HUT Kota Surabaya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dua Ribu Sepeda Kuno Akan Ramaikan HUT Kota Surabaya

Zaenal Effendi - detikTravel
Rabu, 18 Mei 2016 18:55 WIB
Dua Ribu Sepeda Kuno Akan Ramaikan HUT Kota Surabaya
Foto: Jumpar pers di Surabaya (Zaenal/detikTravel)
Surabaya - Acara gowes bareng sepeda ontel akan memeriahkan hari jadi Kota Surabaya yang ke-723 tahun. Tak tanggung-tanggung sekitar 2.000 pesepeda akan gowes bareng.

Sekitar dua ribu sepeda kuno dari berbagai komunitas akan tumplek blek dan ngontel bersama berkeliling di jalanan Kota Surabaya untuk menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723 tahun. Para peserta sepeda kuno juga mengenakan pakaian ala pejuang.

Kegiatan ini akan diselenggarakan selama dua hari tanggal 21-22 Mei 2016. "Kegiatan positif dan rekreatif ini menjadi wadah untuk mempererat komunitas sepeda kuno di Indonesia. Juga diharapkan mampu membangkitkan nasionalisme. Karena pesertanya nanti akan memakai kostum pejuang," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, M Afghany Wardhana di Kantor Bagian Humas Kota Surabaya, Rabu (18/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain ngontel dan iring-iringan ribuan sepeda kuno akan digelar lomba peserta terunik (pakaian dan sepedanya), juga lomba orisinalitas sepeda kuno. Ada juga lomba pidato Bung Tomo.

"Sabtu malam (21/5) ada acara hiburan, baru Minggu pagi mulai ngontel barengnya," ungkap dia.

Acara gowes bareng sepeda kuno tersebut akan mengambil start di depan Taman Mundu (Stadion Gelora 10 Nopember). Dari Taman Mundu, rutenya akan menuju Undaan, berlanjut ke JMP, lalu Kya-Kya lurus ke Kapasan-RSu Soewandhi dan finish kembali di Taman Mundu. Rute yang ditempuh mencapai 14 kilometer.

Terkait lokasi start yang berada di kawasan taman dengan peserta jambore sepeda kuno mencapai ribuan, Afghany mengaku sudah mempersiapkan segala hal. Termasuk untuk pengamanan taman.

Dispora tidak berjalan sendirian. Tetapi juga bersinergi dengan SKPD lainnya, diantaranya Satpol PP Surabaya, Bakesbang Linmas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga personel kecamatan serta kelurahan.

"Kami sudah mengantisipasi situasinya. Apalagi, komunitas Kosti selama ini santun dan sopan," imbuh mantan Sekwan DPRD Surabaya.

Sementara Muharom dari Kosti mengatakan, peserta jambore berasal dari berbagai kota di Indonesia diantaranya Pasuruan, Blitar, Kediri, juga beberapa kota dari luar Jawa Timur. Beberapa peserta bahkan sudah hadir di Surabaya.

Bahkan ada peserta jambore yang berangkat dari kotanya dengan ngontel sepeda kuno. Seperti 200 peserta dari Mojokerto dan 25 peserta dari Pasuruan. "Ini istimewa buat Surabaya. Biasanya mereka naik truk. Ini bagus untuk menjalin silaturahmi. Juga untuk menapaktilasi Surabaya sebagai Kota Pahlawan," ujarnya.Β  Β 

Muharom juga mengajak warga Kota Surabaya yang ikut dalam jambore bisa mendaftarkan secara gratis dengan syarat punya sepeda kuno di Taman Mundu. (krn/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads