Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Mei 2016 13:50 WIB

TRAVEL NEWS

Terancam Hilang, Ini Upaya Untuk Menyelamatkan Laut Mati dari Kematian

Ujang Kelana
Redaksi Travel
Laut Mati di Yordania (Madin/detikTravel)
Laut Mati di Yordania (Madin/detikTravel)
Amman - Di masa mendatang, Laut Mati di Yordania terancam hilang akibat menyurutnya sumber aliran air. Sejumlah solusi pun telah dilakukan untuk menyelamatkannya.

Laut Mati akan benar-benar mati. Prediksi para ahli, dalam kurun waktu 60-70 tahun lagi, air di Laut Mati akan habis. Kemungkinan para traveler akan kehilangan salah satu objek wisata menarik di dunia.

Laut Mati merupakan titik terendah di bumi. Posisinya berada sekitar 427 meter di bawah permukaan laut. Luasnya mencapai 600 kilometer persegi, dengan kedalaman airnya mencapai 304 meter.

Airnya datang dari berbagai sungai, namun yang terbesar dari Sungai Yordania. Sungai tersebut berasal dari Gunung Hermon, Suriah. Sungai itu melintasi berbagai kawasan di Suriah, Libanon sampai Yordania. Selama ini, Sungai Yordania yang kerap mengisi air di Laut Mati.

Nah, menurut pemandu dari Jordan Tourism Board (JTB) yang juga lulusan arkeologi dari Universitas Hashemite Yordania, Waleed Hayesat, volume air dari sungai-sungai yang mengalir ke Laut Mati saat ini semakin sedikit. Penyebabnya, para penduduk di tiga negara tersebut membangun bendungan karena kebutuhan air yang begitu mendesak bagi penduduk gurun.

"Kami berada di iklim gurun. Kalau tak ada air, tak ada kehidupan. Karena itu perlu dam. Nah, kalau sungai itu dibendung, maka air yang menuju Laut Mati akan semakin sedikit," terang Waleed.

Dengan jumlah air dari sungai yang semakin sedikit, ditambah proses evaporasi yang terjadi di Laut Mati, saat ini, tinggi permukaan air di sana terus berkurang. Angkanya hampir mencapai satu meter dalam waktu setahun. Kemungkinan angka satu meter ini akan terus bertambah, seiring dengan bertambahnya waktu.

"Karena itu diprediksi kalau dibiarkan seperti ini, 70 tahun lagi tak ada air di Laut Mati," kata Waleed.

Lalu, apa solusinya? Waleed mengatakan, pemerintahnya sudah meneken perjanjian dengan Israel sebagai pihak yang berbatasan langsung dengan Yordania di Laut Mati, untuk membuat sebuah program penyelamatan. Salah satu caranya dengan membawa air dari tempat lain ke Laut Mati.

"Air dari laut Mediterania akan dibawa ke Laut Mati, mungkin akan dimulai 5-10 tahun lagi," cerita Waleed.

Dikutip dari Jpost.com, Israel dan Yordania sepakat pada tahun 2015 lalu untuk membuat pipa sejauh 200 km dari Laut Merah ke Laut Mati. Nilai proyeknya mencapai US$ 800 juta dan perjanjian diteken di Washington, Amerika Serikat.

Dengan upaya ini, diharapkan Laut Mati bisa bertahan hidup dan tidak benar-benar mati. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED