"Dalam 2 hari ini ada crowd, berarti sudah ada minat. Ini harus kontinyu, nggak bisa sekali," kata Asdep Pemasaran Wilayah Eropa, Amerika, Timteng dan Afrika, Kemenpar, Nia Niscaya, kepada detikTravel usai penutupan Festival Indonesian Weekend, Minggu (29/5) atau Senin (30/5/2016) waktu Indonesia.
Endi Aras dari Komunitas Gasing Indonesia mengajari anak Inggris bermain gasing (Fitraya/detikTravel)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sesuatu yang pertama saya sangat hargai karena tidak mudah untuk membuat acara semacam ini. Dari pariwisata, ini melengkapi apa yg kita lakukan secara rutin," kata Nia.
Bedanya, Kemenpar mengikuti travel mart yang merupakan pertemuan para buyer alias pelaku usaha wisata. Sedangkan, Festival Indonesian Weekend mengenalkan langsung Indonesia kepada konsumen yaitu para calon wisatawan.
"Ini jadi promosi Wonderful Indonesia ke end consumer. Jadi kalau dia nanti ke travel agent, di kepalanya sudah ada bayangan dia mau ke Indonesia," jelasnya.
Kemenpar membuka booth di Festival Indonesian Weekend, dan menurut Nia warga London sudah mulai bertanya destinasi di luar Bali seperti Raja Ampat dan Bunaken. Artinya, Indonesia semakin dikenal. Nia mengingatkan, turis Inggris ke Indonesia adalah yang terbesar di Eropa.
"Tahun kemarin 270 ribu orang, tahun ini targetnya 300 ribu orang, jadi tumbuh 11 persen. Dan Januari-Maret sudah tumbuh 28,4 persen," jelasnya.
Disbudpar Bandung menampilkan angklung Saung Udjo dalam kolaborasi musik (Fitraya/detikTravel)
Selain bebas visa, turis Inggris pun dimudahkan dengan penerbangan langsung Garuda Indonesia ke Jakarta. Bahkan ada promo Wonderful Indonesia Pass dimana turis yang terbang langsung ke Indonesia mendapatkan harga khusus untuk 2 rute domestik.
"Mudah-mudahan dengan event ini bisa membantu mencapai target kunjungan wisatawan," tutupnya.
(fay/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah