Cerita Dua Menteri yang 'Berantem' Gara-gara Bebas Visa
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cerita Dua Menteri yang 'Berantem' Gara-gara Bebas Visa

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 03 Jun 2016 08:50 WIB
Cerita Dua Menteri yang Berantem Gara-gara Bebas Visa
Menkum HAM Yasonna H Laoly di acara 'Nias Pesona Pulau Impian' (Afif/detikTravel)
Jakarta - Indonesia sudah memberlakukan bebas visa bagi 169 negara, untuk meningkatkan kunjungan turis. Tapi gara-gara hal tersebut, rupanya ada dua menteri yang sempat 'berantem'.

Pemerintah sudah merilis 169 negara yang dibebaskan dari kewajiban memiliki visa untuk tujuan kunjungan ke Indonesia. Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada bulan Maret 2016 lalu.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Yasonna H Laoly menceritakan saat-saat pemerintah memberlakukan kebijakan bebas visa tersebut. Sambil tersenyum dan sedikit tertawa, dia berujar sempat 'berantem' dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya terkait hal itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari kebijakan itu, negara rugi Rp 1 Triliun. Saya sempat 'berantem' dengan Pak Arief," katanya dalam acara 'Nias Pesona Pulau Impian' di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (2/6/2016) malam.

Yasonna menjelaskan, ada negara-negara yang rentan soal kemanan terkait terorisme dari yang diberikan bebas visa. Bebas visa sendiri pun sebenarnya merupakan kebijakan suatu negara, boleh dilakukan boleh tidak.

"Kalau kita berikan bebas visa, kita tahulah negara mana yang potensial terorisme dan awalnya perdebatannya di situ," katanya.

Nah, bebas visa yang diberikan Indonesia adalah bertujuan untuk meningkatkan kunjungan turis yang nantinya akan meningkatkan devisa negara. Atas dasar itulah, Yasonna pun mendukung pemerintah terkait kebijakan bebas visa tersebut.

"Ya akhirnya saya tahu, kita bisa menarik banyak turis ke negara kita melalui itu. Jumlah kunjungan naik dan menjadi pendapatan yang besar untuk negara. Pendapatan devisa dengan cepat adalah pariwisata," tuturnya.

Dengan bebas visa untuk 169 negara, diharapkan target kunjungan 20 juta turis pada 2019 akan tercapai. Selain bebas visa, tiap daerah, Kementerian Pariwisata, para pelaku usaha wisata dan kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat harus saling bekerja sama untuk membenahi dan memoles pariwisata Indonesia agar makin hebat lagi!

"Ah berantemnya (sama Pak Arief Yahya) cuma debat kok, nggak beneran," kata Yasonna sambil tertawa.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads