Pariwisata di suatu daerah bisa maju dan berkembang apabila ada sesuatu yang unik dan menarik yang bisa dijual kepada wisatawan. Diperlukan strategi marketing pula yang jitu untuk memasarkan destinasi tersebut.
Namun yang terjadi di Desa Xianfeng, Provinsi Sichuan, China atraksi pariwisata yang ada di sana justru berubah menjadi bencana. Ditelusuri detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (23/6/2016), sebenarnya dahulu desa Xianfeng pernah mengalami masa jaya di bidang pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taman wisata yang dipenuhi monyet ini terinspirasi dari destinasi wisata serupa yang ada di Pegunungan Emei yang terletak di provinsi yang sama, yaitu di Provinsi Sichuan. Strategi itu pun berhasil, turis banyak datang ke desa Xianfeng.
Ratusan ekor monyet di desa Xianfeng (CCTV News/Facebook)
Bencana mulai datang ketika Zhou Zhenggui, sang investor taman wisata di desa Xianfeng, meninggal dunia di tahun 2014. Akibat buruknya manajemen sepeninggal Zhou, taman wisata itu pun terpaksa tutup setahun kemudian.
Tutupnya taman wisata berimbas kepada nasib monyet-monyet liar yang jadi tak terurus. Jumlahnya pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Dari yang dahulu jumlahnya hanya 73 ekor, sekarang ini jumlahnya sudah membengkak hingga kurang lebih 600 ekor.
Tentu saja ini membawa bencana bagi warga desa Xianfeng. Warga desa Xianfeng mengira bila taman wisata tersebut tutup dan tidak ada makanan, monyet-monyet ini akan kembali ke pegunungan. Namun ternyata dugaan mereka salah.
Ratusan ekor monyet yang lapar tersebut kerap menyerbu desa dan mencuri makanan yang dimiliki warga. Tak hanya itu, ratusan monyet ini juga merusak hasil panen serta kebun warga. Terror monyet ini pun terus berlanjut hingga sekarang.
Anak kecil makanannya direbut monyet nakal (CCTVNews/Facebook)
Sampai-sampai, warga desa Xianfeng meminta bantuan ahli binatang untuk menangkapi monyet yang jumlahnya sudah membeludak itu. Sampai sejauh ini diperkirakan sudah ada 300 ekor monyet yang sudah ditangkap dan direlokasi dari desa tersebut.
Untuk sementara, sampai jumlah monyet liar dapat dikontrol, warga desa Xianfeng harus hidup berdamai dengan primata berekor tersebut. Jadi, traveler yang traveling ke desa Xianfeng yang berjarak sekitar 325 Km dari Chengdu, kota terbesar sekaligus ibukota Provinsi Sichuan di China, jangan kaget bila bertemu ratusan ekor monyet di sana ya!
Kawanan monyet juga menyerbu mobil warga (CCTV News/Facebook)
(wsw/aff)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran