85 WNI Jadi Kru Kapal Pesiar Mewah, Dikenal Rajin dan Handal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Taiwan

85 WNI Jadi Kru Kapal Pesiar Mewah, Dikenal Rajin dan Handal

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikTravel
Rabu, 29 Jun 2016 09:20 WIB
85 WNI Jadi Kru Kapal Pesiar Mewah, Dikenal Rajin dan Handal
Kapal pesiar Diamond Princess (Hany/detikTravel)
Hualien -

Kapal pesiar Diamond Princess ternyata mempekerjakan 85 WNI sebagai kru kapal. Jumlah ini merupakan yang terbesar kedua. Mereka juga dikenal rajin dan handal.

Kapal pesiar Diamond Princess memiliki kru dari berbagai bangsa. Termasuk 85 kru dari Indonesia, yang dikenal akan sifat rajinnya.

"Saat ini kami punya 1.050 kru dari sekitar 41 kewarganegaraan. 85 Kru di antaranya adalah orang Indonesia dan jumlahnya dalam hal kebangsaan adalah terbesar kedua di bawah Filipina. Kru Indonesia sangat handal, rajin, mereka berperan dalam posisi penting dan sangat bagus kontribusinya," jelas Kapten Kapal Diamond Princess, Todd McBain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Todd ditemui detikTravel dan 2 jurnalis Indonesia di sela-sela pelayaran dari Hualien, Taiwan ke Yokohama, Jepang pada Kamis (23/6/2016) lalu. Perbandingan kru tersebut untuk melayani penumpang yang berjumlah sekitar 2.700 penumpang, sehingga jumlah kru dan penumpang adalah 1:2, dan jumlah total orang di kapal nyaris mencapai 4 ribu orang.

detikTravel sendiri sempat bertemu dan berbincang dengan beberapa kru Indonesia, laki-laki dan perempuan. Beberapa di antaranya, berasal dari Bali. Rata-rata jam kerja mereka adalah 8 jam sehari.

Kembali ke kapten McBain, dicecar mengenai tantangannya memimpin banyak kru dari puluhan kebangsaan, McBain yang ramah ini kemudian menjelaskan bahwa orang dari luar bisa jadi berpikir dengan keberagaman latar belakang itu banyak masalah yang terjadi. Kenyataannya, kru kapal pesiar yang dikomandaninya ini bak miniatur dari bentuk kerjasama internasional yang sebenarnya.

"Kami punya kru dari 41 kebangsaan, bayangkan keberagamannya, budaya, agama, bangsa, makanan berbeda, sebutkan saja, kami punya semua di sini. Kami bisa jadi contoh bahwa orang-orang yang berasal dari latar belakang berbeda bisa bekerja bersama di atas kapal ini. Di atas kapal sepanjang 290 meter, nggak ada pertengkaran, gesekan besar, orang-orang bisa bekerja sama," tutur pria berkebangsaan Kanada ini.


Kapten Todd McBain (Hany/detikTravel)

McBain mengaku sudah sekitar 16 tahun bekerja di perusahaan Princess Cruises dan kapal Diamond Princess ini merupakan kapal kedua terbesar yang dipimpinnya. McBain sendiri mengawali karir pelautnya dalam AL Kanada saat muda, pernah di kapal kargo dan kini menjadi kapten di kapal pesiar.

"Tanggung jawab saya menjaga keselamatan kapal ini, nyaris 4 ribu orang berada di kapal ini, dan keselamatannya sangat penting, menjadi tanggung jawab utama saya. Menjaga keselamatan kapal ini," jelas dia.

Lantas apa yang dilakukannya saat bosan di atas kapal?

"Sangat susah bosan di sini. Saya memang bosan sesekali, tapi selalu ada saja yang membuat Anda sibuk, karena sangat banyak orang di sini. Saya tak punya banyak waktu luang di kapal ini, jadi kalau ada waktu luang, saya berjalan keliling kapal ini saat kapal dalam keadaan sepi. Tak banyak waktu sepi di kapal ini karena kapal ini seperti kota kecil," jawabnya ramah.

Kapal Diamond Princess yang memiliki tinggi 62 meter dengan panjang 290 meter ini di dalamnya terdiri dari 18 dek/lantai dengan total 1.353 kamar buat penumpang, 736 di antaranya memiliki balkon pribadi yang menghadap ke laut. Kapal ini mampu menampung penumpang hingga 2.706 orang plus 1.100 kru kapal. Perbandingan penumpang dan kru yang 2:1 ini membuat pelayanan selalu prima.

Kapal ini dilengkapi dengan 11 restoran dan 5 tempat hiburan, termasuk lounge, bar dan teater, 3 kolam renang utama dan 8 kolam arus untuk spa serta fasilitas olahraga seperti lapangan basket, gym dan meja tenis meja.

(rdy/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads